Dinas Koperasi Bidik Empat "Lembur " UKM

Karawang. - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) garap tiga sektor " Lembur " UKM Karawang. Selain Olahan Ikan pindang di Cicinde Kecamatan Banyusari, Dinas ini juga merambah sentra Batik dan olahan kerajinan Eceng Gondok di Desa Walahar Kecamatan Klari.

Dikatakan Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Karawang, H Anwar Musyaddad mengatakan, sesuai arahan Bupati, pihaknya terus membina usaha-usaha mikro di kampung, bahkan menggenjot ekonomi dan industri rumahan, program mewujudkan Lembur Pindang, Lembur Batik, Lembur Boneka dan Lembur Eceng Gondok sukses terealisasi. Bahkan, sebagian diantaranya sudah di sponsori lewat CSR Perusahaan rokok dan di pasarkan di pasar Modern, hingga ekspor ke luar negeri Seperti Eceng Gondok yang dibuat tas dan kerajinan, sudah dipasarkan di Madagaskar, karena dari eceng gondok,pengrajin bisa membuat tikar, tempat tissu dan box pakaian. " Kita wujudkan 4 UKM di 4 Lembur berbeda, karena ini memang program yang harus di realisasikan," Katanya.

Selain itu sambung Anwar, pihaknya juga menggarap 20 oranf kelompok yanf sudah diajari membatik di Bandung, terdori dari Desa Waringinkarya, Darawolong dan Margakarya. Diharapkan, arahan Bupati untuk mewujudkan batik dengan motif sinden Jaipong dan Padi yang merupakan andalan Karawang, bisa segera terwujud, walaupun kelompoknya baru di bentuk akhir Desember lalu. Sebab, selain sinden Jaipong dan padi, batik Karawang juga membidik motif lainnya, yaitu bunga, daun dan buah Kawsita hingga motif Candi Jiwa. Bahkan, kalau ada pesanan dalam jumlah besar, ia memastikan, batik khas Karawang ini bisa diproduksi. Tinggal saat ini sebut Anwar, pihaknya sedang mengajukan hak paten ke Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham), kalau lolos uji, dalam jangka satu atau dua bulan, hak paten itu bisa didapati Karawang. Karena, dengan membatik, usaha ini juga sangat menjanjikan pundi-pundi uang, apalagi pengrajin dan seninya juga ia percayai, lahir di Desa Waringinkarya Kecamatan Lemahabang ini, sebab, sebelum membatik kain, para pengrajin ini sudah terbiasa membiat motif anyaman bambu yang berkualitas. " Batik siap lahir lagi di Karawang, dengan beragam motif, kita sedang ajukan hak paten atas kearifan lokal yang ada di Karawang," Katanya.

Lebih jauh  Dosen Unsika ini menambahkan, usaha lainnya yang akan digarap terus pembinaannya adalah boneka dan Pindang. Ia berharap, ada kerjasama pihak ketiga dalam pengembangan usaha-usaha UKM yang memang berpotensi membawa nama baik Karawang. Bisa dari perusahaan, maupun BUMN, minimal merequest produk UKM asli Karawang ini untuk dibeli, atau dibina, syukur-sykur membuatkan tempat pelatihan dan produksinya. " Memuluskan UKM ini, perlu juga direkomendasikam agar pihak-pihak ketiga terlibat untuk pengembangannya," Kata Anwar saat kunjungan di Batik tulis Kelompok Balebat Desa Waringinkarya ini.
Posting Komentar