Ernawati Hendak Ketemu Bupati Karawang Namun Batal,Ini Penyebabnya

Karawang. - Selang tak berapa lama dari Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pergi meninggalkan lokasi pengobatan gratis yang diadakan oleh Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Smile dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia (UKI),lalu muncul ditengah-tangah masyarakat peserta pengobatan gratis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang menderita Katarak, ia memiliki nama Ernawati asal warga Dusun Bengle, Desa Dewisari,Kecamatan Rengasdengklok.


Ernawati adalah bocah yang mengalami cacat mata sejak masih kecil, yang membutuhkan penanganan khusus.

Putri dari Darim (49) dan Rasmi ini harus mengalami keterlambatan sekolah akibat derita pada penglihatannya yang ia alami sejak usia 3 bulan, tidak pernah patah semangat bocah tersebut.Ernawati saat ini masih tercatat sebagai siswa di SDN Dewisari III.

Namun sayang dirinya dilokasi hanya sempat bertemu dengan Kepala Puskesmas Rengasdengklok dr. Siti Yulyana, yang menganjurkan bocah tersebut bersama orangtuanya untuk datang ke Puskesmas setempat.

Kepala Puskesmas Rengasdengklok pun menganjurkan kepada orangtua Ernawati untuk membawa anaknya berobat langsung ke Puskesmas yang dikepalainya untuk mendapatkan surat rujukan ke RSUD guna mendapatkkan pengobatan lanjutan.

“Bawa ke Puskesmas dan kita buat surat rujukan untuk mendapat pengobatan lanjutan. Dengan menggunakan Jamkesda atau BPJS kan gratis,” katanya.

Sebelumnya pernah diberitakan beberapa media lokal Karawang tentang bocah tersebut yang berkeinginan sembuh dari penyakitnya tersebut dan keinginannya melanjutkan pendidikan..

"Saya maksain sekolah karena ingin pinter juga seperti temen-temen
saya," kata Ernawati kepada awak media beberapa waktu silam di rumah kediamanya.

Menurut Cunayah SAg staf pengajar SDN Dewisari 3, ia mengakui kecerdasan Erna saapan akrab Ernawati, dalam menerima pelajaran di sekolah, walau dengan kekurangan yang milikinya yaitu kurangnya daya penglihatannya, namun daya hafalnya dinilai kuat dan cepat memahami pelajaran.Pasalnya, untuk membaca dan menghitung, Erna hapal sampai dengan perkalian kelipatan 50.

"Kalau disuruh baca memang gak bisa karena memerlukan penglihatan tapi dengan daya nalar yang kuat, ia sudah bisa menghafal semua huruf dan bisa membaca, sama halnya dengan hitungan perkalian," kata Cunayah beberapa waktu silam.
Posting Komentar