Ini Terjadi di Karawang,"Ditegur Masuk Kelas,Oknum Pelajar SMK Malah Gebug Sang Guru"

Karawang,- Penganiayaan guru oleh siswa di Sampang, Madura yang berujung kematian, juga terjadi di Kabupaten Karawang. Bedanya tidak sampai mengakibatkan kematian. Namun, korban yang diketahui bernama Wahyudianto, guru matematika di SMK PGRI Lemahabang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka di pelipis mata sebelah kiri.

Informasi yang diperoleh peristiwa itu bermula saat Wahyu menegur siswa kelas XI berinisial GN karena masih di kantin saat jam pelajaran berlangsung, Jumat (9/2) pagi. Tidak terima ditegur oleh guru menggunakan buku, bocah asal Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon, itu langsung melayangkan bogem mentah ke bagian mata kiri sang guru. Akibatnya Wahyu yang bekerja sejak 2013 tersebut dilarikan ke RS Bayukarta setelah sebelumnya diobati di Klinik Wadas. "Kalau sudah begini, guru hanya bisa memaafkan. Siswa gitu ya, disuruh masuk kelas malah mukul mata gurunya. Disenyumi saja, SMK zaman now," ungkap Wahyu di grup WA MGMP Matematika SMK Karawang.

Wakasek Humas SMK PGRI Lemahabang Yusuf Atojiri mengatakan, kejadian pemukulan guru matematika oleh GN terjadi pukul 08.00. Ketika itu, Wahyu melihat GN masih asyik di kantin meski kegiatan belajar mengajar sudah dimulai pukul 07.30. Namun, teguran sang guru justru ditanggapi cuek. Melihat gelagat tidak baik yang ditunjukan anak didiknya, Wahyu akhirnya menghampiri GN lalu menepuk wajah siswa tersebut dengan buku. Mendapat teguran keras tersebut tidak membuat GN segera masuk kelas. Dia justru melayangkan bogem mentah ke pelipis mata Wahyu, lalu pergi begitu saja. "Ditegur suruh masuk kelas, ditepuk pake buku, eh dibalas dengan pukulan ke gurunya," ungkap Yusuf.

Yusuf menambahkan, Wahyu masih bisa menahan diri meskipun kesakitan. Bahkan luka memarnya cukup parah hingga dilarikan ke Klinik Wadas dan dirujuk ke Bayukarta. Sementara GN, remaja asal Dusun Jarong itu sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Bahkan dikonfirmasi ke teman-temannya juga sedang tidak ada di rumahnya. Sementara kasus ini sudah dilimpahkan ke Mapolsek Lemahabang, dan pihak sekolah memastikan mengeluarkan siswa yang dikenalnya cukup pendiam tersebut. "Pak Wahyu dibawa ke Bayukarta, sementara kasusnya sudah dilimpahkan ke mapolsek, karena anaknya juga menghilang saat ini," katanya.

Disinggung perangai si anak sehari-hari di sekolah, Yusuf mengaku GN adalah sosok pendiam, dan sering bolos sekolah. "Anaknya pendiam, tapi sering bolos dan absen," katanya.

Wakasek Kesiswaan SMK PGRI Lemahabang Endang mengatakan, Wahyudianto mengalamai luka memar di bagian pelipis mata sebelah kiri akibat pukulan GN, murid kelas XI jurusan Tenkin Kendaraan Ringan (TKR). Kabar terakhir, anak yang tinggal bersama neneknya di Kiara, karena orang tuanya jadi TKI, masih dalam pencarian polsek. "Pak Wahyudianto suduah pulang di Bayukarta, setelah menjalani perawatan di Bayukarta," katanya.

Kades Kiara Warja mengakui bahwa GN adalah warganya yang bersekolah di SMK PGRI Lemahabang. Saat diamankan di Mapolsek Lemahabang, pihaknya langsung bermusyawarah. Kini, siswa yang masih ada pertalian keluarga dengan Kades Warja, itu sudah berada di rumah keluarganya di Kiara. "Ya pak, sudah dimusyawarahkan di Polsek Lemahabang. Si anak dipulangkan dan ada di rumah sekarang," katannya.
Posting Komentar