Penghina Via Facebook Kepada Bupati Karawang Harus Mendapatkan Ganjaran Setimpal

Karawang-.Sewajibnya siapa pun untuk lebih bisa memelihara diri dengan menjaga,norma, etika dan estetika kepada sesama termasuk kepada pejabat negara terlebih saat ini telah diberlakukannya UU ITE dan bilamana dilanggar maka penjara hadiahnya bagi pelaku.

Kedepan bagi pelaku yang sama jangan dikasih angin segar dan peristiwa terciduknya WW adalah pelajaran telak" bagi peselancar dunia maya" di Karawang,agar lebih mengedepankan aturan-peraturan yang berlalu dan tidak melakukan perbuatan tercela atau mengundang kegaduhan.

Misal jangan dicontohnya ulah tak patut bahkan jauh dari kepantasan yang ditunjukan oleh WW (37) yang telah diciduk Polres Karawang lantaran mengunggah gambar berlambang PKI dan menghina Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dengan kata-kata yang tidak pantas di media sosial Facebook. Alasannya, ia mengaku hanya karena iseng.

Warga Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, itu melalui akun Facebook bernama Chikal Oo kedapatan mengunggah tulisan yang tidak sopan mengenai Bupati Cellica pada 6 Januari 2018 sekitar pukul 12.22 WIB.

Unggahan tersebut antara lain, "kamarii j.... celica Aya k perumahan BMI rek ngabagi bagi h....ceunah brow," demikian ditulis Chikal Oo.

Chikal Oo juga mengunggah foto Cellica dan beberapa gambar berlambang PKI.

"Yang bersangkutan mengaku iseng dan ingin viral," ungkap Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, di Mapolres Karawang, Jumat (16/2/2018).

Hendy mengatakan, WW pernah dibui atas kasus narkoba selama empat tahun dan bekerja sebagai pegawai tidak tetap.

Pihaknya, kata Hendy, menyita satu ponsel milik WW dan menelusuri lebih lanjut perihal unggahan tersebut. Meski demikian, saat kediaman WW digeledah, tidak ditemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan PKI.

Atas perbuatannya, WW dijerat Pasal 107a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara dan atau Pasal 207 KUHP dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Hendy juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan medsos, tidak saling mengejek, apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada Jawa Barat.

"Saya sendiri akan turun langsung melakukan patroli cyber untuk memantau penggunaan medsos yang kurang bijak," katanya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku sudah memaafkan, meskipun unggahan vulgar tersebut bisa menyebabkan kaum perempuan terluka. Hanya saja, kata Cellica, proses hukum harus tetap berjalan.

"Pada dasarnya secara pribadi saya sudah memaafkan, tetapi ada proses hukum yang harus dijalani," ungkap Cellica.

Kasus tersebut, kata Cellica, harus menjadi pelajaran bagi masyarakat Karawang agar menggunakan medsos secara bijak.

"Saya mengapresiasi kinerja Polres Karawang yang dapat mengungkap kasus tersebut dengan cepat," tambahnya.
Posting Komentar