Petugas UPTD Puskesmas Datang, Siswa SMAN Tempuran Histeris

PELITA KARAWANG. -  Para siswa Kelas XII SMAN 1 Tempuran masih santai melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Rabu Pagi (28/2). 

Namun, suasana ratusan siswa diruangan kelas mendadak riuh setelah petugas dari UPTD Puskesmas datang ke sekolah lengkap dengan peralatan Medis imunisasi difteri tahap 2. Tak ayal, belum sempat di suntik, sejumlah siswa sudah banyak yang menangis histeris di ruang kelas, bahkan satu persatu berteriak kencang kesakitan.

"Allaaahu Akbar, astagfirullahaladzim , Nyeri Ya Alllah gak Mau..... pelan-pelan Bu sakit. Tolong," Teriak hiateris salah seorang siswi kelas XII IPA 3 SMA Tempuran Kartika, saat jarum suntik imunisasi difteri mengenai lengan kirinya. 

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran, Endra Wahyudi S.Pd mengatakan, jumlah siswa yang si suntik sebanyak 98 orang, sementara yang ditunda 6 orang karena alasan sakit. Total semuanya kelas XII adalah 353 siswa, sementara sisanya bisa langsung ke UPTD Puskesmas. Selama imunisasi dilangsungkan, ia akui cukup kerepotan menertibkan para siswa, ada yang mendadak alasannya sakit, belum sarapan, keluar dari kelas , menangis histeris, bahkan rela bersembunyi dikantin sekolah dan MCK akibat ketakutan. Namun, semua wali kelas langsung ia arahkan menjaga disetiap-tiap pintu ruangan kelas agar tidak ada siswa yang keluar kelas, hasilnya sudah 9 kelas disuntik difteri langsung, walaupun para siswi khususnya, menangis tidak henti, baik sebelum bahkan sesudah disuntik. Karena alasan kesehatan, mau tidak mau, pihak sekolah coba menahan para siswa untuk tidak lari, bersembunyi dan cemas selama pelaksanaan suntik vaksin difteri tahap 2 tersebut. " Yang perempuan nangis histeris, yang cowoknya itu ada yang sembunyi di WC dan kantin sekolah, karena kalau keluar sekolah kan gak memungkinkan ada satpam di gerbang," Katanya.

Sementara itu, meredam keriuhan para siswa disetiap kelas, Kepala SMAN 1 Tempuran, Dudi Mulyadi SY langsung meminta petugas kesehatan agar menyuntikan vaksin imunisasi difteri padanya, sekaligus memberikan contoh agar para siswa tidak usah takut dan cemas saat di vaksin maupun dampak setelah di vaksin. Lagi pula, ini menyehatkan, karena pihak Puskesmas juga sering menanyakan dan menunda bagi mereka yang sakit untuk di vaksin. " Saya masuk kelas dan langsing di vaksin sendiri, gak apa-apa ," Kata Dudi disambut tepuk tangan para siswanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tempuran, Abul Ajiz SKm mengatakan, difteri tahap 2 imunisasinya terus ia lakukan termasuk ke sekolah-sekolah, di tahap 2 ini, dosis kandungan vaksin sama saja dengan tahap pertama, bagi siswa atau masyarakat yang belum di imunisasi karena sebelumnya berhalangan hadir, atau tertunda karena sakit, bisa menyusul lagi di Puskesmas, karena pihaknya juga buka Posko ORI." Kita terus vaksin ke sekolah-sekolah tahap 2 ini, bagi yang belim silahkan menyusul dan datangi Posko ORI di Puskesmas," Ungkapnya. 
Posting Komentar