• Breaking News

    Relawan BPBD Minta Honor UMK

    PELITA KARAWANG. - Menjadi Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) nampaknya tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, selain bencana yang datang tanpa mengenal waktu, honor yang mereka dapat juga dikeluhkan masih kurang sebanding dengan beban kerjanya.

    Kata Relawan BPBD asal Lemahabang, Maman, sepanjang tahun 2017, pihaknya terlibat dalam sejumlah bantuan kemanusiaan penanggulangan bencana. Disaat orang menjauhi tragedi kebakaran, banjir, longsor, korban tenggelam, hingga puting beliung, para relawan BPBD justru mendekat, selain mendata korban dan peristiwanya, BPBD terjun langsung menolong dan mengevakuasi korban. Itu, dilakoninya tanpa kenal waktu, karena bencana acapkali datang tak terduga, bisa siang hari, bahkan malam hari. Namun, ia lakoni karena tanggungjawab dan tugasnya." Bencana datang gak kenal waktu, kapan saja bisa terjadi, ya kita harus siap," Katanya.

    Disinggung honor, Maman menyebut, karena namanya juga relawan kemanusiaan, ia tidak merisihkannya dan menerima saja. Namun, tentu manusiawi jika ia harapkan honor yang diperolehnya bisa setara UMK, karena yang ia dapat selama 2017 kemarin, hanya Rp 600 ribu perbulan, itupun diberikan pertriwulan sekali, disisi lain penempatan relawan juga hanya 1 orang per satu Kecamatan. Meskipun demikian, ia tetap konsisten menjalani tugasnya, karena ia yakin pihak BPBD dan Pemkab tidak akan berdiam diri, sebab wacana kenaikan honornya akan diperjuangkan bertahap setiap tahunnya." Iya sih katanya mau dinaikan bertahap, semoga saja ada kenaikan sampai UMK," Selorohnya.

    Kepala BPBD Karawang, Banuara Nadeak mengatakan, jumlah relawan BPBD baru ada sekitar 40 orang yang tersebar di 30 Kecamatan, bahkan kalau melihat rasio jumlah itu masih kurang, karena dominasi masing-masing kecamatan hanya 1 orang saja. Memang honor para relawan ini Rp 600 ribu perbulan, tapi tahun ini sudah diplot naik menjadi Rp 750 ribu perbulannya, bahkan ia sedang berupaya kedepan ditahun 2019 para relawan BPBD ini dihonor Rp 1,5 juta perbulannya. Jujur sebut Banuara, ia prihatin saja disaat kinerjanya siang malam memastikan kenyamanan masyarakat yang terdampak bencana, mereka tanpa kenal waktu datangi lokasi bencana, bahkan yang lebih membuatnya salut adalah kekompakan dan kesigapannya. Wajar sebut Banuara, jika ia sebut kedepan mereka harus dihonor Rp 1,5 Juta setara dengan relawan atau penyuluh lainnya." Kemarin Rp 600 ribu, sekarang Rp 750 ribu, tahun depan kita usulkan agar mereka dihonor Rp 1,5 juta setiap bulannya," Ungkapnya. 
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad