• Breaking News

    Siswa SMKN I Cilamaya Rame-rame Cepak Rambut, Ini Alasanya

    Karawang.  - Disaat terjadi pemukulan Guru oleh siswa di SMK PGRI Lemahabang akibat melawan ketidakpatuhan. Para siswa di SMKN 1 Cilamaya justru rame-rame berdisiplin ria tunduk pada aturan sekolah berbasis ketarunaan tersebut. Slasa pagi (13/2),  para siswa kelas XII yang hendak melaksanakan Ujian Nasional (UN), rame-rame mencepak rambut di Sekolah. Kegiatan ini, bukan merupakan hukuman atau sanksi, melainkan penerapan rutin disiplin ketarunaan bagi siswa yang baru masuk SMK maupun Siswa yang akan melaksanakan UNBK.

    Muhammad Anditia misalnya, siswa kelas XII TKR 2 SMKN 1 Cilamaya ini mengaku, rambut di cepak dan di cukur langsung di sekolah ini merupakan kali kedua di alaminya, pertama saat masuk SMK dan kali ini saat hendak melaksanakan UNBK. Pihaknya fahami semua ini adalah aturan sekolah yang basisnya ke tarunaan, itu juga di fahami oleh orangtuanya. Sehingga, dengan gaya plontos ini, sama sekali tidak ada komplain, baik dari pribadinya, orangtua maupun yang lain, karena semuanya fahami aturan sekolah, bahkan ini berlaku bukan untuk dirinya saja, tetapi juga semua kelas XII SMKN 1 Cilamaya. Tak ayal, membuat tampilan plontos cepak ini, ia merasa happy saja tanpa beban apapun. Lagi pula, kelak bekerja di Industri perusahaan, gaya rambut semacam ini justru menjadi anjuran karena bisa mengganggu produktifitas. " Kita cepaknya rame-rame berjamaah, happy saja tuh karena memang sekolah kita itu berbasis ketarunaan," Katanya.

    Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Cilamaya, Mashanudin mengatakan, kegiatan mencukur rambut di sekolah bukan karena hukuman atau sanksi pada siswa, tapi merupakan bagian dari standar ketarunaan di sekolah ini. Sebab, selain saat pertama masuk, para siswa yang sudah kelas XII dan jelang UNBK, harus di cepak sebagaimana standar ketarunaan. Pada dasarnya, tidak menggunduli, tapi sebatas merapihkan saja sehingga menyesuaikan dengan pakaian taruna yang dikenakannya. Semua siswa sambung Masha, tidak ada yang komplain, menolak atau melawan, karena sudah fahami inu aturan, bahkan hal ini juga difahami para orang tua siswa, sebab setiap kali rapat komite, musyawarah kaitan tata tertib dan aturan sekolah selalu tersampaikan." Bukan menghukum atau memberi sanksi, tapi memang program rutin ketarunaan menjelang UNBK," Katanya.

    Rambut panjang, sebut Masha akan berpengaruh saat praktek industri, bahkan juga saat masuk kedunia Industri, maka para siswa harus dibiasakan berdisiplin. Dan semuanya ini, sama sekali tidak ada yang di istimewakan atau dipilih-pilih, sehingga kalau ada yang belum di cukur, anak-anak bereaksi sendiri untuk sama-sama mengingatkan untuk merapihkan. Hasilnya, semua anak-anak kompak, tidak ada yang komplain dan di jalani dengan penuh tanggungjawab . " lebih pada kebersamaan, semuanya kompak dan bertanggungjawab, sebab semua ini adalah komitmen ketarunaan," Pungkasnya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad