• Breaking News

    UPK Lemahabang Sebar Profil Kelompok Bermasalah

    Karawang. - Hasil surplus ciut tahun anggaran 2017 akibat Kolektabilitas tunggakan tinggi, Pengelola Unit Pengelola Kegiatan (UPK) DAPM Gema Lembayung Kecamatan Lemahabang, merilis profil sejumlah Ketua Kelompok SPP UEP ke Desa-desa. Pasalnya, selain setoran yang macet akibat beragam faktor, sejumlah ketua Kelompok juga semakin sulit dideteksi keberadaannya.

    Ketua UPK Gema Lembayung Kecamatan Lemahabang, Ahmad Sapei A.Md mengatakan, dari 102 Kelompok SPP, 20 diantaranya menunggak dengan rata-rata Rp 10 - 30 jutaan. Beragam faktor sebut pria yang akrab disapa Alex ini, menjadi sebab macetnya setoran dari anggota maupun ketua kelompoknya, seperti uang terpakai arisan, biaya kuliah dan keluarga sakit, bahkan juga ada yang memang sudah tidak mau membayar setoran dengan saklek. Atas dasar itu, Surplus UPK yang di capai Rp 150 jutaan ditahun 2016, merosot drastis ditahun ini yaitu dibawah Rp 100 jutaan, bahkan total kolektabilitas akibat tidak koperatifnya para ketua kelompok bayar setoran, kolektabilitas V mencapai Rp1 Milyar lebih." Dari 102 kelompok ada sekitar 20Kelompok yang menunggak setoran ," Katanya.


    Lebih jauh Alex menambahkan, karena semakin sulitnya penagihan, atas inisiatif dan permintaan antara UPK dengan sejumlah Kades, pihaknya buatkan profil rilis ketua dan anggota kelompok, mulai dari foto yang di sortir dari media sosial, alamat lengkap, jumlah pinjaman dan total tunggakannya, kemudian ia akan sebarkan rilisan itu kesemua Kepala Desa di Lemahabang agar ditindaklanjuti, sebab, kades adalah tokoh yang faham medan dan karakteristik masyarakatnya semoga saja, lewat profil ini jitu bisa mengantisipasi kelompok bermasalah tersebut."  Kita buat rilis profil kelompok bermasalah dan harus di sebar nanti di desa-desa," Katanya.

    Lebih jauh ia menambahkan, ketua Kelompok padahal sudah duberikan honornya dari setiap setoran sebesar 0,75 persen, namun tetap saja, rata-rata yang jadi keluhannya adalah di ketua kelompoknya, sebab  bantak anggota sudah bayar setoran tapi justru terpakai ketuanya, bahkan hal ini bisa dikategorikan penggelapan. Bisa saja, pihaknya membawa tunggakan ini ke ranah hukum secara tegas, namun asas UPK yang mengedepankan pemberdayaan dan persuasif maka pihaknya mengutamakan hal itu, disamping sebelumnya pihak UPK juga selalu membuat tim penyehat untuk mengatasi penunggak dari para kelompok tersebut." Tindakan kita penuhi tahapan kekeluargaan dulu, karena landasan UPk adalah pemberdayaan dan persuasif, bisa saja nanti kita mengarah ke penegak hukum," Pungkasnya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad