Warga Telagasari Meminta Dishub Karawang Pasang Rambu Lalu Lintas di Jalan Maut Layapan

Karawang-.Tingginya angka laka lantas di jalan raya Layapan Tempuran-Telagasari,membuat sejumlah warga Karawang meminta segera agar Dishub Karawang berupaya meminimalisirnya peristiwa.Terlebih jalan maut Layapan kerap kali makan korban jiwa diantaranya akibat diduga oleh kurangnya rambu-rambu lalu-lintas,kurang penerangan,jalan rusak dan sempitnyan jalan dan tak berbahu jalan pula.
Segala upaya Pemkab Karawang (Dishub) harus ditempuh untuk membuktikan tanda hadiƕnya ditengah-tengah masyarakat disaat suka dan duka.Dan bilamana ada satu peristiwa membuat warganya merasa cemas,nestapa atau teraniyaya maka tentunya mesti diberikan suasana yang berbeda minimal upayanya sebagai bentuk obat lara duka ataupun sebuah ikhtiar bukan pembiaran,sebut Darma,warga Telagasari.(13/2).
Adanya kabar Jalan Layapan "jalan maut" bakal diperlebar di tahun 2019 adalah sebuah berita istimewa dan membahagiakan,artinya ada usaha Pemkab untuk menekan angka kecelakaan di lokasi.Terlebih faktor utama kecelakaan di jalan layapan adalah sempitnya jalan dan tanpa bahu,terangnya.
Namun saat ini harus dipercepat upaya mengurangi terjadinya peristiwa tersebut ya minimal Pemkab melalui Dishub Karawang bisa pasang rambu lalu lintas sebagai tanda peringatan atau pemberitahuan kepada para pengendara lokal atau pendatang,harap tokoh agama tersebut.

Diketahui di jalan Layapan alias jalan maut di Karawang menurut catat teranyar saja di bulan Januari 2018 ada 4 laka lantas berupa kecelakaan tunggal yakni terjatuh dan tabrakan.Peristiwa tersebut akibat diduga jalan sempit,ngantuk dan berpapasan dan kurangnya rambu lalu lintas di lokasi.Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari dengan satu korban meningal dunia dan sisanya luka berat.

Zul
Posting Komentar