• Breaking News

    AHLI WARIS PEGAWAI BUMDES CILAMAYA TERIMA SANTUNAN KEMATIAN BPJS KETENAGAKERJAAN

    PELITA KARAWANG.-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Karawang, serahkan santunan kematian kepada ahli waris/keluarga pegawai Bumdes Sokotani Desa Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan,Selasa 6/3/2018.

    Pegawai Bumdes bernama Misbahudin, meninggal dunia karena sakit dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Agustus 2017 lalu.Dihadapan Muspika Kecamatan dan para Kepala Desa, Wiwin Wulansari, istri Misbahudin, secara simbolis menerima santunan kematian sebesar Rp 24 Juta yang sudah ditransfer langsung sejak Jumat 2/3/2018 lalu di Aula Kantor Desa Sukakerta.

    Istri Misbahudin, Wiwin Wulansari mengatakan, suaminya merupakan sosok pekerja keras. Namun, usia tidak ada yang tahu kapan dan dimana akan berakhir. Beruntung, suaminya sudah ikit program BPJS Ketenagakerjaan, baik jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian, sehingga santunan Rp 24 Juta langsung ia terima dan digunakan untuk menyambung hidup anak semata wayangnya." Terimakasih buat BPJS Ketenagakerjaan, semoga santunan ini bermanfaat untuk menyambung ekonomi keluarga setelah ditinggak suami saya," Katanya.

    Kepala Desa Cilamaya, Kuswaedi mengatakan, dirinya mendorong semua pemerintahan desa dan pegawai Bumdes ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Kematian (JKM).  Penyerahan santunan bagi pegawai Bumdes ini membuktikan pentingnya ikut sertakan jaminan diri pada BPJS Ketenagakerjaan, semoga saja, semua pihak bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan almarhum, karena dengan hanya membayar iuran Rp 8.100 setiap bulan, jaminan kematian sebesar Rp 24 Juta diserahkan langsung, walaupun baru masuk kepsertaan kurang dari setahun terakhir ."Kita sedari awal arahkan semua pegawai desa dan Bumdes ikuti program BPJS Ketenagakerjaan ini,semoga terus di ikuti pegawai dan Bumdes lainnya," Katanya.

    Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Karawang,Toto Suharto mengatakan,pihaknya sudah gencar memberikan sosialisasi kepsertaan BPJS Ketenagakerjaan kesemua lapisan masyarakat,salah satunya pada Bendahara,Sekretaris dan Ketua Bumdes berikut Bumdes bersama.Wal hasil, ada 86 Bumdes yang masuk kepesertaan dengan jumlah 274 orang ditahun 2017. Dengan hanya membayar Rp 8.100 perorang perbulan dengan upah Rp 1,5 juta, pegawai Bumdes yang meninggal dunia, mendapati santunan kematian kepada keluarga ahli waris sebesar Rp 24 juta. Nominal uangnya, sudah ditransfer kepada rekening keluarga almarhum sejak Jumat 3/3 lalu. Karenaz Misbahudin ini tercatat sebagai peserta BPjS ketenagakerjaan dibawah BUMDes Soko Tani. "Keluarga sudah mendapati Rp 24 Juta yang sudah ditransfer langsung sejak Jumat kemarin,simbolisnya hari ini kepada keluarga almarhum," Katanya.

    Toto menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya diwajibkan bagi pekerja mandiri dan  perusahaan saja, tetapi juga bagi pekerja sebagai penyelenggara negara, pegawai non PNS, Honorer, Penyuluh, PKK, Linmas, RT, pendamping program pemerintah, perangkat desa hingga pegawai Bumdes sekalipun.Dengan hanya membayar Rp 10.800 perbulan perorang bagi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Rp 8.100 bagi Jaminan kematian,BPJS Ketenagakerjaan cover semua jaminannya.Karena sesuai UU Nomor 24 tahun 2011, BPJS dilaksanakan untuk memberikan perlindungan atas resiko sosial ekonomi bagi tenaga kerja dan keluarga yang kurang atau hilang pendapatan akibat peristiwa kecelakaan kerja, meninggal dunia, mencapai hari tua dam pensiun." Kita imbau agar masyarakat jangan ragu ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini, apapun latar belakang pekerjaannya," Pungkasnya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad