Banyak Orang Mulai Ditinggalkan Medsos,Ini Faktanya

PELITAKARAWANG.COM.-Penelitian dari perusahaan riset pasar, Origin, yang ada di Boston, Amerika Serikat, menyebutkan 1.000 orang Generasi Z, yang lahir pada 1994 ke atas, menemukan bahwa 34 persen atau sekitar 340 orang enggan menggunakan media sosial.(10/3/2018).

Sementara, sisanya yang sebesar 66 persen atau 660 orang 'beristirahat' dari dunia media sosial. Dilansir situs Daily Mail, Minggu, 11 Maret 2018, sejumlah alasan muncul mengapa mereka enggan pakai media sosial.

Ternyata, paling banyak karena menggunakan media sosial menghabiskan waktu. Selanjutnya, informasi negatif yang bertebaran juga menjadikan alasan para Generasi Z ini tidak mau lagi menggunakan media sosial, karena ogah ikut-ikutan terimbas dampaknya.

Selain itu, mereka juga tidak bisa melihat garis pemisah antara realitas dan virtual. Pencarian informasi dengan interaksi antarteman terjadi secara bersamaan saat menggunakan media sosial.

Masalah mengenai keinginan untuk menjadi kehidupan pribadi jauh, terlalu banyak tekanan untuk mendapatkan semua perhatian juga menjadi alasan mereka menutup akunnya.

Menurut Origin lagi, satu dari lima pengguna media sosial menyatakan kalau platform itu membuat mereka menjadi merasa lebih buruk. Namun, adapula yang tidak lagi menggunakan media sosial karena memang tidak menggunakannya telalu sering.

Media sosial semacam Facebook, Twitter, dan aplikasi kencan Tinder, mulai ditinggalkan oleh anggota Generasi Z, di mana sebanyak 43 persennya menyatakan berpisah dengan Facebook.

Pada kesempatan terpisah, baik Facebook maupun Twitter mengakui bila platform mereka bisa merusak kesehatan jika digunakan dengan cara yang salah.

Direktur Penelitian Facebook, David Ginsberg dan ilmuwan Moira Burke menyatakan mereka 'bekerja keras' untuk membuat Facebook bisa berkontribusi pada kehidupan penggunanya lebih postif lagi.

Mereka lalu merekomendasikan pengguna harus lebih aktif untuk berinteraksi dengan teman atau pengguna lainnya daripada hanya scrolling feed mereka saja.

"Seperti pada kehidupan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang lain membuat banyak keuntungan. Sedangkan, simply watching others from the sidelines (scrolling) akan membuat Anda merasa lebih buruk lagi," kata Ginsberg.
Posting Komentar