Demi Bayar Artis Ibu Kota, Ribuan Siswa SMAN I Telagasari Dipungut Rp350 Ribu

PELITAKARAWANG.COM- Acara pelepasan siswa kelas XII sepatutnya di peringati dengan khidmat dan empati buat adik kelas almamaternya, namun gara-gara ingin mengundang Artis Ibukota, yaitu Tantri Kotak, sebanyak 1.327 siswa SMAN 1 Telagasari dibanderol iuran perpisahan yang akan diselenggarakan 26 April mendatang sebesar Rp 350 ribu. 

Alih-alih keinginan kuat anak Osis dan hasil pleno dengan semua siswa, pihak sekolah menyetujui kegiatan yang akan diselenggarakan dua hari berturut-turut itu.

Ketua Osis SMAN 1 Telagasari Fadila Kusuma Putri mengatakan, acara perpisahan akan dinselenggarakan oada 26 April mendatang. Ragam kegiatan sudah disiapkannya, mulai pentas seni, acara adat tradisional hingga menghadirkan bintang tamu Band Kotak di sore harinya. Dasar menghadirkan Tantri kotak itu setelah pihak Osis melakukan Pleno dengan semua siswa dan perwkilan ketua kelas yang hasilnya di sepakati mengundang band tersebut. 

 Sehingga, atas inisiatif Osis dan hasil kesepakatan, kelas X dan XI dianjurkan iuran Rp 200 ribu dan khusus kelas XII sebesar Rp 350 ribuan persiswa. Iuran itu langsung ke Osis, karena nanti akomodasi, konsumsi dan kaos disediakan pihak Even Organiser (EO), begitupun soal bayaran Tantri kotak, ia belum tahu, karena nanti itu diatur sama EO yang mengurusnya." Jaringan di coveer sama EO, akomodasi. dan lainnua, kita hanya mengundang saja. Nanti siswa dapati Kaos dan konsumsi," Katanya.


Fadila yang didampingi ketua Pelaksana Perpisahan, Dwi Suryana ini menambahkan, iuran itu disetujui pihak sekolah, meskipun sambil memberikan arahan, namun ini murni karena keinginan para siswa menghadirkan artis ibukota. Lagi pula, bagi siswa kurang mampinada pengecualian diberi keringanan dalam pembayaran iuran tersebut. Semoga harapnya, kegiatan perpisahan ini berejalan lancar dan mengesankan," Bagi siswa kurang mampu mah, diberi keringanan..alhamdulillah pihak sekolah support saja," Katanya.

Ketua PD PGRI Karawang, Nandang Mulyana mengatakan, kegiatan perpisahan seyogyanya dilakukan dengan khidmat dan penuh etika. Adapun jika ada sekolah memaksakan mengundang artis ibu kota, itu dipersilahkan kalau ada persetujuan otonomi dari pihak sekolah bersama siswanya. Dirinya enggan komentari lebih jauh soal ini, lagi pula, SMA sudah beralih wewenang ke Provinsi." Silahkan di selesaikan antar guru, manajemen dengan siswanya, selama di sepakati perayaan perpisahan sah-sah saja, asal bukan hura-hura," Ungkapnya.

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari mengatakan, apa yang di lakukan di SMAN 1 Telagasari, menurutnya syah-syah saja jika itu menjadi keinginan para siswa menghadirkan artis ibu kota, namun jika iuran tersebut diarahkan Pihak sekolahnya, itu baru pelanggaran,"  Sah-sah saja kalau itu usulan siswa, tapi kalau kepseknya yang merintah, itu baru pelanggaran," Katanya.

Wakasek Humas SMAN 1 Telagasari, Hamim S.Pd mengatakan, pihak sekolah pada dasarnya sudah berupaya meredam agar kegiatan perpisahan dilakukan secara sederhana, karena sepengetahuannya, acara pelepasan itu akan di gelar dua hari, dimana hari pertama ada kegiatan doa bersama, dziikir dan taushiyah daro Dai kondang asal Bandung, dihari kedua, para siswa yang meminta sendiri ada acara band yang kabarnya hasil rapat antar kelas. Boleh di bilang, sebut Hamim, anak-anak zaman Now ada agenda berbeda dari biasanya dalam memperingati acara  pelepasan, karenanya, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak. " Kita sudah berupaya meredam, tapi ya anak-anak keinginannya seperti iti mau bagaimana, kita hanya bisa ikuti saja," Pungkasnya.
Posting Komentar