Ini Alasan Kades Demo Tuntut Pilkades Paska Pilgub

PELITA KARAWANG.COM . - Puluhan Kepala Desa yang tergabung dalam organisasi APDesi, Fordeska dan Baladewa, kompak mengepung Kantor Bupati Karawang, Senin pagi (12/3).

Selain menolak hajat Pilkades digelar Oktober 2019, para pimpinan pemerintah desa itu juga meminta Pilkades angkatan 67 ini lebih di majukan pelakaanaannya setelah Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 nanti, atau sebelum SK ke 67 Kades habis Desember tahun ini.

Humas Apdesi Karawang, H Udin Abdul Gani mengatakan, aksi yang dilakukan para Kades hanya menuntut agar Pilkades bisa dilaksanakan setelah Pilgub tahun ini. Walaupun sebut Udin, SK 67 Kades berakhir Desember, tidak ada salahnya jika hajat Pilkades ini di majukan lebih dulu seperti halnya Pilkada DKI, karena walaupun Ahok - Djarot belum habis jabatan tetapil Pilkada bisa lebih awal.

Pertanyaaannya, mengapa Pilkades tidak bisa, apalagi dasarnya, pelaksanan Pilkades ini selalu di himpit oleh hajat nasional seperti Pilgub, Pileg dan Pilpres. Karenanya, ketimbang Kades diberhentikan Desember, sementara Pelaksanaan Pilkades itu bulan Oktober 2019, lebih baik di majukan tetap ditahun 2018 ini, apalagi kalau Pilpres sampai dua putaran, bisa jadi Pilkades itu dilaksanakan loncat ke tahun 2020. " Kita tuntut Pilkades ini dilaksanakan segera tahun ini setelah Pilgub, kalau DKI saja bisa, kenapa Pilkades enggak? . Soal anggaran kan bisa di siasati di Perubahan," Ujarnya.

Sekretaris ApDesi Karawang, Alex Sukardi mengklaim, bahwa tuntutan Pilkades habis pilgub sudah diakomodir Pemkab. Disinggung soal Anggaran, Alex mengaku bahwa Anggota DPRD sudah siap menyanggupi nanti di ABT. Kemudian soal regulasi, tetap saja, para Kades harus menunggu keputusan Bupati, karena kapasitas para Kades hanya bermohon,  tapi kalau tidak sampai dikabulkan, kemungkinan akan ada aksi ada jilid 2," Nanti di ABT tadi pihak dewan sudah menyanggupi, alhamdulillah tuntutan kita di akomodir, walaupun nunggu keputusan Bupati, kalau gak dikabulkan ya aksi jilid 2 meureun" Katanya.
Posting Komentar