Pohon Rindang, di Jalur Telagasari - Majalaya Membahayakan Pengguna Jalan

PELITAKARAWANG.COM . - Pohon rindang memang menyejukan, namun apa jadinya, jika pepohonan rindang dan teduh disepanjang jalur Syekh Quro Kecamatan Telagasari - Majalaya dibiarkan tanpa di pangkas ranting dan cabangnya. Selain mengancam keselamatan para pengendara dan kendaraannya saat pepohonan itu tertiup angin, jalanan yang teduh membuat para PKL cepat menjamur.

"Ini yang patah dibiarin saja ke sawah bos saya, kalau ke jalan cepat di tangani, tapi kalau patah ke sawah siapa yang mau beresi," Kata Petani di areal Pesawahan Telagasari - Ciranggon, Kurtubi (47).

Menurutnya, pohon yang tumbang, bukan saja mengancam pengendara jika tak di sentuh pemerintah untuk ditertibkan, tetapi juga merugikan petani jika kebetulan cabang dan rantingnya jatih ke areal pesawahan. Beruntung, yang jatuh sekitar sebulanan terakhir ini, cabangnya, sehingga hanya sedikit tanaman padi saja yang rusak, tapi kalau sampai pohonnya, siapa yang akan merapihkan." Untung rantingnya saja, tapi kalau pohonnya jatuh, ke jalan ya merugikan penggendara, ke sawah juga merugikan petani, kalau gak jatoh juga didiemin para pedagang Buah," Ungkapnya.

Ketua Karangtaruna Kecamatan Telagasari, Angga mengatakan, pepohonan disepanjang jalan Telagasari - Majalaya, memang membuat suasana berkendara teduh, karena dedaunan pohon dipinggiran jalan itu seperti terowongan di dua arah. Satu sisi memang baik karena keteduhannya saat berkendara, namun disisi lain membahayakan pengendara jika angin bertiup kencang, sebab ranting pohon yang terus tidak di pangkas pemerintah itu bisa patah seketika dan menimpa pengendara roda empat dan roda dua. Apalagi, akses ini merupakan akses utama bagi masyarakat dari berbagai Kecamatan menuju kota, sementara pohon dengan ranting yang lebat berjejer lebih dari 3 kilometer dibiarkan tanpa penanganan pihak Tata ruang Pemkab Karawang, bahkan saat di musim hujan sekalipun ditahun 2017 lalu. "  Rindang memang bikin adem, tapi kalau lama gak dipotong rantingnya sangat membahayakan, karena pohonnya banyak berjejer di sepanjang jalan," Katanya.

Ono Rustono, Sekretaris Desa Talagasari mengatakan, pepohonan tak kunjung ditebas cabang-cabang selama setahun terakhir. Pihak desa, jarang mengajukan ke Instansi terkait karena tanpa ajuanpun sebenarnya pepohonan ditebas disepanjang akses jalan Syekh Quro itu sudah menjadi program tahunan. Kadang-kadang, pepohonan itu  ditebas saat musim hujan, namun hanya berselang 2-3 bulan daun dan ranting kembali tumbuh lebat. Seharusnya, PUPR bisa rutin mencukuri dedaunan dan ranting yang mengancam keselamatan para pengendara itu dengan optimal, tidak membiarkan begitu saja. Biarpun panas sebut Ono, yang penting keselamatan terjamun, dari pada rindang, tapi sebenarnya membahayakan." Iya kalau pohon di rumah mah, ini kan jalanan, masa rindang lebat dibiarkan saja," Katanya.
Posting Komentar