• Breaking News

    Rabu Besok,Rapat Paripurna DPRD Untuk Penyampian LKPJ Bupati Karawang 2017

    Agus Mulyana
     Setwan DPRD Karawang
    PELITAKARAWANG.COM-.Hasil Rapat Bamus DPRD Kabupaten Karawang,3 hari lalu ,telah diputuskan untuk hari Rabu,21 Maret 2018,sekitar pukul 14.00 WIB, Rapat Paripurna DPRD akan dilaksanakan, dengan dua agenda yang sekaligus dibentuknya Pansus LKPJ Bupati Karawang dan Pansus Raperda Retribusi tentang Jasa Usaha.(19/3/2018).

    Rapat Paripurna DPRD Karawang untuk Rabu besok akan berisikan Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karawang 2017 ,dan dibentuknya 2 Pansus,sebut Agus Mulyana,Setwan DPRD Karawang.

    Agus jelaskan,setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban (LKPJ) 2017 disampaikan oleh Bupati Karawang,akan dilanjutkannya pembentukan dua pansus yakni Pansus LKPJ 2017 dan Pansus Raperda tentang jasa Usaha,ucap Agus Mulyana.

    Dan diketahui sebelumnya untuk Anggaran Belanja Daerah Karawang Naik Rp 339 Miliar

    Anggaran belanja daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada APBD Perubahan 2017 mengalami kenaikan sekitar Rp339 miliar atau menjadi Rp4,631 triliun. (5/10/2017).

    "Perubahan belanja daerah tahun 2017 sebesar Rp4,631 triliun atau naik dari anggaran murni yang sebelumnya Rp4,292 triliun," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, di Karawang,

    DPRD Karawang telah menyepakati ajuan dari eksekutif terkait APBD Perubahan tahun 2017, meski ada beberapa catatan terkait masih belum maksimalnya serapan anggaran. Kesepakatan APBD Perubahan itu disampaikan melalui sidang paripurna DPRD Karawang. 

    Menurut bupati, struktur belanja tidak langsung pada APBD Perubahan 2017 sebesar Rp1,99 trilun. Terdiri atas belanja pegawai Rp1,426 triliun, belanja hibah Rp38 miliar, serta belanja bantuan sosial Rp28 miliar.

    Selain itu, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp 66 miliar, bantuan keuangan kepada pemerintah desa serta partai politik sebesar Rp429,89 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp1,5 miliar. 

    "Untuk alokasi perubahan anggaran belanja langsung Rp 2,640 triliun," katanya. 

    Selain anggaran belanja yang mengalami kenaikan, pendapatan juga diproyeksikan naik menjadi Rp4,327 triliun dari sebelumnya Rp3,988 triliun. 

    Cellica mengatakan,dalam perhitungan perubahan pendapatan dan belanja daerah, terdapat defisit sebesar Rp304 miliar. Tapi defisit itu dapat ditutup oleh pembiayaan netto.

    Diantaranya bersumber dari penerimaan pembayaran sebesar Rp315 miliar, pengeluaran pembiayaan Rp11 miliar yang diperuntukan bagi penyertaan modal bank Jabar sebesar Rp5 miliar, dan lain-lain.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad