• Breaking News

    SENGKETA TANAH PULOMASIGIT BERLANJUT

    PELITA KARAWANG- Komplek makam Syekh Darugem alias Syekh Bentong di Pulomasigit Dusun Pulobata Kecamatan Lemahabang, masih disengketakan dua desa. Tidak cukup dengan musyawarah tokoh dari Desa Pulomulya dan Desa Pulokalapa, komplek yang tidak jauh dari makam Syekh Quro itu berlanjut hingga pengaduan ke Komisi A DPRD Karawang dan pendalaman bukti paska dimekarkannya dua desa di Kecamatan Lemahabang tersebut.

    Kades Pulomulya, Odang Akrab mengatakan, pihaknya terus melanjutkan upaya pembuktian agar lahan di komplek makam Syekh Bentong itu kembali masuk ke Desa Pulomulya. Termasuk diantaranya, ia mengadukam persoalan ini ke Komisi A DPRD Karawang untuk ditindaklanjuti. Endingnya, ia inginkan melihat pemetaannya bagaimana yang sesuai dari berbagai pertimbangan, lebih jauhnya sebut Odang, dirinya ingin rekonstruksi saja ke bawah bukti-bukti yang ada." saya ingin rekontruksi aja k bawah buktinya, selain ke Komisi A saya juga adukan tembusannya ke instansi lainnya," Katanya.

    Menurut Odang, komplek makam Syekh Bentong masuk persil desanya seluas 4.000 meter yang dulu ditukar guling dengan bengkok sejak tahun 1981 saat terjadi pemekaran seluas 2 hektar. Wajar saja jika saat ini pihaknya meminta kembali lahan itu, karena merupakan hak desa Pulomulya, sebab dulunya irigasi yang jadi perbatasan juga menjorok ke sebelah selatan, dan saat ini beralih ke utara.

    Banyak saksi hidup yang saat ini masih siap membeberkan kesaksiannya. Baginya, tidak jadi soal jika Desa Pulokalapa punya bukti kuat bahwa komplek makam Syekh Bentong yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari makam Syekh Quro itu secara sah dan meyakinkan milik Pulokalapa. Karena, diakui Odang, bukti otentik juga memang belum begitu lengkap dimiliki Pulomulya, hanya saja ia siap untuk mencari di Badan Pertahanan Nasional (BPN), KDL dan SK Gubernur yang diminta DPMPD.

    Artinya, jika itu milik Pulomulya, maka harus legowo dikembalikan ke Desanya, karena ia hendak membangunkan MCK dan pemugaran lebih untuk lokasi itu. Sebaliknya sebut Odang, jika bukti kuat itu berpihak pada Pulokalapa, ia persilahkan dan legowo jika memang secara syah dan legalitasnya kuat. "Bukan rebutan sih, kita wajar dong minta kembali hak kami yang sejak tahun 1981 era Kades Emong itu ada tukar guling dengan bengkok, ya itu hak kami," katanya.


    Kaur Trantib Desa Pulokalapa, Amud mengatakan, silahkan jika Pulomulya ingin meneruskan upayanya, karena Pulokalapa sudah jelas memiliki bukti persil dan SK Gubernus paska pemekaran bahwa Pengelolaan Pulomasigit itu adalah masik wilayah Desa Pulokalapa. Ia hanya berharap, semua pihak bisa hormati para sesepuh sejak desa ini induk dengan nama Pulokalapa, karena urusan sengketa ini baiknya tidak banyak di umbar karena sudah jelas, selebihnya jika ada hal -hal yang mis atau mendapati bagian urusan perparkiran dan keuangan dari para peziarah, diharapkan bisa diselesaikan dengan musyawarah, lagi pula tanah aset desa ini dalam DHKP PBB juga gak ada, dan masuk Pulokalapa." Hormati saja leluhur kita, urusan miss atau lainnya bisa diselesaikan musyawarah," Katanya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad