TAK PUNYA AKTE, ATLET JUARA RENANG O2SN TERANCAM GUGUR

PELITA KARAWANG,-Wahyudin, siswa kelas 4 SDN Lemahabang IV berhasil juarai cabang renang dalam kegiatan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan.Atas gelar juara itu,siswa asal Dusun Kedawung RT 01/01 Desa Karangtanjung berhak menjadi wakil Kecamatan dalam kegiatan O2SN tingkat Kabupaten akhir bulan ini.Sayangnya,berkas syarat untuk ikuti kompetisi olahraha tingkat Kabupaten nanti, terancam gugur akibat si anak belum memiliki akte kelahiran.

Ayah dari Wahyudin,Kusnadi mengatakan,ia berupaya berkoordinasi dengan pihak sekolah setelah anaknya dikabarkan menjadi juara di cabang renang, karena kabarnya sebelum ikuti lomba tingkat Kabupaten, berkas dan syarat kepsertaannya harus sudah di lengkapi seperti siswa lainnya yang jadi delegasi. Disisi lain, diakui Kusnadi, anaknya belum memiliki akte kelahiran slama ini, bahkan ia mengaku kesulitan memproses dalam keadaan serba dadakan, sebab jangankan akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK) saja belum punya, karena sudah tiga bulan belum ia terima setelah di proses. Karenanya, ia konsultasikan agar kiranta bisa dipercepat, baik akte maupun KK, hanya disisi lain ua ssndiri tidak tahu menahu syaratnya apa saja. Namun, setelah didiskusikan , ia sedikit tahu seperti harus ada keterangan bidan atau saksi lahir, KK maupun surat nikah. " Saya sendiri belum punya KK, bagaimana bisa membuat akte sementara waktu sudah mepet," Katanya.

Sebagai orangtua, tentu saja ia inginkan anaknya bisa ikuti kegiatan lomba renang ditingkat Kabupaten, namun berkas dan syarat yang diharuskan tidak lengkap, entah bagaimana yang harus ia lakukan, apakah bisa dengan surat keterangan atau lainnya, ia masib menunggu jawaban panitia." Ya jelas kita dukung biar terus maju ketingkat Kabupaten, tapi kan syaratnya ini mepet," Katanya.

Kepala SDN Lemahabang IV, Nyai Rukaynah S.Pd mengatakan, selain beberapa siswanya ikut lomba cabang lain, ada satu siswa yang berkasnya masoh kurang lengkap untuk diwakilkan ketingkat Kabupaten, yaitu Wahyudin aiswa kelas 4. Akte kelahiran ternyata masih belum dibuat sampai saat ini, bahkan ia sesalkan juga orangtuanya belum memiliki KK, sementara sebut Nyai,pengumpulam berkas persyaratan untuk mengikuti kegiatan ketingkat Kabupaten, dipatok sampai tanggal 18 Maret ini.Pihak sekolah sudah memberikam pengantar kepada orangtua siswa agar segera membuatkan dan berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan, karena akte kelahiran yang butuh cepat ini diperuntukan bagi siswa berprestasi untuk wakil Kecamatan. Sangat disayangkan, sebutnya, kalau gara-gara tidak ada akte kelahiran,Wahyudin bisa saja diganti atlet lain atau bahkan digugurkan. Karena itu, ia meminta rekomendasi dari PGRi dan pihak sekolah mendorong penuh agar akte ini bisa segera jadi, walaupum harus menunggu KK terlebih dahulu." Bagaimana mau bikin akte, syaratnya saja gak ada. Kita juga bingung, kenapa atuh orangtua kadang gak urus dari dulu," Sesalnya.

Atas kejadian ini, semua oramgtua dan sekolaj bisa ambil pelajaran, bahwa identitas anak itu penting dan jangan mengabaikannya, karena pada saat dibutuhkan, anak yang jadi korban. Ia berupaya maksimal, kalau ternyata data kependudukam lainnya tidak lengkap, apa mau dikata. Disisi lain, ia masih menunggu kepastian nasib Wahyudin pada panitia O2SN Kecamatan, jika memang nanti berkas tidak sempurna, apakah tetap di ikut sertakan atau digantikan." Data identitas anak itu penting, sekarang ini kan bisa dilihat ternyata masih ada yang belum optimal mengurusinya, siapa yang jadi korban. Kan anak juga, kasihan," Pungkasnya.

RURI
Posting Komentar