TSKS Cilamaya Kulon Fasilitasi 47 Orang Cacat Produktif

PELITA KARAWANG.COM . - Jumlah masyarakat dengan keterbelakangan fisik di Kecamatan Cilamaya Kulon cukup tinggi. Tenaga Keaejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setempat mendorong bantuan dalam program Cacat produktif untuk berwirausaha yang jumlahnya mencapai 47 orang.
Ketua TKSK Kecamatan Cilamaya Kulon, Badrudin mengatakan, jumlah warga cacat produktif di kecamatan Cilamaya Kulon sebanyak 47 orang. Hanya saja, dari data tersebut,  diantara mereka kebanyakam putus asa dan tidak mau mendapatkan pelatihan keterampilan. Namun, itu perlu waktu untuk pendekatan komunikasi, hasilnya, hanya beberapa orang saja yang mau mengikuti dan sudah dapat bantuan dari Pemda melalui pendampingannya, tinggal saat ini pihaknya meminta dari Kemensos untuk bantuan lanjutan."Ada 47, namun kita agak kesulitan untuk meyakinkan mereka belajar keterampilan, bagi yang sudah mau dibanti dari Pemkab," Ungkapnya.

Badrudin menambahkan,Program bantuan penyandang cacat yang produktif dan mempunyai usaha salah satunya adalah Atta Amrullah dari Dusun Jarong kulon, Desa Kiara yang mulai semangat berjualan kerupuk. Begitupun ada warga Dusun Puloluntas Desa Sukamulya Hartoyo, Dia sebut Badru,  mengidap kanker karena merasa tidak punya biaya untuk di rujuk ke RSHS dan sempat menyerah. Namun,  akhirnya bisa bertenu dan  memberikan solusi, ia selaku TKSK meyakinkan, agar Hartoyo tidak usah memikiran biaya, yang terpenting adalah semangat mau sembuh, sementara dirinya berupaya cari donatur. " ,saya mempunyai jejaring sosial atau mitra kerja untuk pencakupan kebutuhan dasar para dhuafa dan masyarakat yang kekurangan fisik kesulitan dalam pemenuhan hajat yang sedang di deritanya,dari transfortasi dan pemondokan semua gratis sampai sembuh total dan di berikan bekal apa adanya per 2 Minggu Rp 500.000 dan di Bandung di sediakan makan free," Jaminnya.

Badru menambahkan, membangun kesadaran sosial, ia selaku TKSK juga harus berjibaku mengkondisikan masyarakat di sekitar untuk membantu meringankan beban setiap tetangga dan kerabatnya yang cacat produktif maupun masyarakat miskin dengan penyakit besar, wal hasil warga di sekitar itu banyak yang memberikan sumbangan ada yang  Rp 50.000, dan ada juga yang Rp  20.000 " Masyarakat sekitar dibangun kesadaran sosialnya, kita sadarkan dan pastikan bahwa bantuan mereka tepat sasaran," Ungkapnya.
Posting Komentar