Kades Ini Tantang Ketua DPRD Karawang Debat Terbuka, Ini Penyebabnya - PELITA KARAWANG
Kades Ini Tantang Ketua DPRD Karawang Debat Terbuka, Ini Penyebabnya

Kades Ini Tantang Ketua DPRD Karawang Debat Terbuka, Ini Penyebabnya

Share This
PELITAKARAWANG.COM - Pernyataan Ketua DPRD Karawang yang mengancam tidak akan tandatangani anggaran Pilkades 2018, membuat sejumlah Kepala Desa bereaksi.

Toto yang posisinya juga sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) tersebut, ditantang untuk debat terbuka bersama para Kepala Desa angkatan 67 untuk menjelaskan rinci alasan keengganannya tandatangani anggaran yang sudah di rekomendasikan di kisaran Rp 8 Milyar tersebut.

Dikatakan Kades Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan, H Bukhori. Pernyataan Toto yang enggan tandatangani anggaran Pilkades 2018 dan cenderung menuding Bupati bersalah atas dikabulkannya Pilkades tahun ini, dianggap tidak patut dan tidak beretika sebagai ketua DPRD. 

Alangkah lebih bijak, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan kesiapannya untuk mengkaji ulang atau mendalami lebih jauh kaitan anggaran Pilkades ini, bukan malah menganggap bahwa Pilkades 2018 adalah keterpaksaan Bupati atau hasil paksaan kades angkatan 67. 

Harus dijelaskan sebut Buhori, alasan konkrit mengapa dirinya sebagai ketua Banggar sampai bilang tidak akan pernah tandatangan dan tidak setuju Pilkades digelar tahun ini. Kalau alasan anggaran, logikanya masih ada di ABT atau perubahan, tinggal menggenjot saja PAD nya, begitupun soal regulasi sama sekali tidak ada UU dan aturan manapun yang dilanggar jika Pilkades digelar tahun ini bagi angkatan 67.

Lantas, mengapa harus ngotot ogah dianggarkan dengan alasan yang masih kurang rasional baginya sebagai bagian dari kades 67. Atas dasar itu dan keingintahuannya, ia tantang Ketua DPRD Karawang yang disebut-sebut bakal nyaleg lagi di Pemilu 2019 ini untuk debat terbuka bersama para Angkatan 67 dan Apdesi." Kalau masih ngotot bilang gak mau tandatangani anggaran Pilkades, sok aja, cuma kita tantang dia debat terbuka apa alasan konkritnya coba," Katanya.

Lebih jauh Bukhori menambahkan, Ketua DPRD harusnya menilai kelayakan Pilkades 2018 ini baik atau tidak, kemudiam kaji regulasi mana yang dilanggar. Kalau soal anggaran, mana yang lebih urgen lagi, kalau Pilkades ini urgen, seharusnya tidak ada alasan anggaran tidak disetujui, Karenanya kalau Ketua DPRD sampai ngotot sepihak, sangat berpeluang para kades akan menggeruduk lagi kantor para wakil rakyat itu, apalagi sejak awak rapat dikabulkannya Pilkades 2018 oleh Bupati, Toto Suripto tidak nampak hadir meskipun diundang, karena yang hadir saat itu adalah Asda 1 dan Kepala DPMPD, maka wajar jika ia beranggapan Ketua DPRD ini masih setengah-setengah fahami soal kelayakan Pilkades 2018 ini. " Kalau masih ngotot, ya berarti menantang para Kades biar demo lagi " Katanya.

Terlepas ingin memperhambat atau kepentingan Politis, sambung Buhori, yang jelas pernyataan tidak akan tandatangani anggaran Pilkades dan menyalahkan Bupati. Ia harapkan, Toto bisa berdialog langsung dengan para Kades kaitan ini, sehingga kalau sudah faham detail, ia yakin Ketua DPRD asal Dapil VI tersebut akan yakin soal kelayakan Pilkades 2018 ini." Jangan sampai muncul spekulasi bahwa Toto sarat Kepentingan jelang Pileg, ayo diskusi bareng para Kades adu argumen saja," Tantangnya.
Posting Komentar
bkd