Pemerintah Sewa 165 Hotel Berstandar Bintang 3 Tampung 240 Ribu Jamaah Haji Indonesia di Makkah - PELITA KARAWANG
Pemerintah Sewa 165 Hotel Berstandar Bintang 3 Tampung 240 Ribu Jamaah Haji Indonesia di Makkah

Pemerintah Sewa 165 Hotel Berstandar Bintang 3 Tampung 240 Ribu Jamaah Haji Indonesia di Makkah

Share This
JAKARTA - Pemerintah telah menyewa 165 hotel dengan standar bintang tiga di Makkah, Arab Saudi, untuk menampung sekitar 240.000 calon jemaah haji Indonesia tahun 1439 H/2018 M.

Sementara untuk yang di Madinah, pemerintah menggunakan dua pendekatan sewa, yaitu ada yang full musim, yakni selama musim haji itu disewa sepenuhnya. Sementara beberapa hanya disewa dengan pendekatan blocking time.

“Secara keseluruhan hotel-hotel standarnya adalah bintang 3 lalu tidak boleh lebih dari 5 orang per kamar dan seterusnya. Itu sudah sesuai dengan harapan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (27/4/2018).

Jarak terdekat dari masing-masing hotel ke Masjidil Haram, lanjut Menag, adalah 708 meter, sementara yang paling jauh itu 4,4 kilometer (km).

Mengenai katering dan transportasi selama di Tanah Suci, menurut Menteri Agama (Menag), juga sudah dilakukan kontrak-kontrak, sehingga bisa dikatakan prinsipnya persiapan selama di Tanah Suci untuk haji tahun ini sudah final.

Dijelaskan Menag, jika tahun lalu selama di Makkah, jemaah haji hanya memperoleh 25 kali makan, tahun ini ditambah menjadi 40 kali. “Jadi ini adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada jamaah haji,” ujar Menag seraya menambahkan untuk masalah taste merupakan problem yang dari tahun ke tahun tidak bisa diselesaikan, karena memang taste jemaah haji dari seluruh Nusantara berbeda-beda.

Namun untuk taste itu, Menag memastikan yang dipilih adalah semoderat mungkin kepedasannya, keasinannya, keasamannya, dan manisnya.

Sementara Ketua Tim Penyediaan Transportasi Haji Kemenag Subhan Cholid secara terpisah mengemukakan, selama di Saudi, jemaah akan mendapat tiga layanan transportasi, yaitu: antar kota perhajian, bus salawat, dan transportasi Armina (masya’ir). Dua layanan pertama menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, sedang yang ketiga menjadi tanggung jawab Naqabah (organda) Saudi.

“Untuk layanan antar kota, sudah terpilih tujuh perusahaan. Sedang untuk angkutan salawat terpilih dua perusahaan,” kata Subhan.

Subhan mengaku pihaknya sudah bersepakat dengan perusahaan bahwa bis yang dioperasikan paling lama diproduksi tahun 2013, atau usia maksimal 5 tahun. Pihak perusahaan terpilih telah berkomitmen untuk memberikan armada terbaik.

“Untuk rute dari bandara Madinah menuju hotel di Madinah dan bandara di Jeddah menuju Makkah, layanan upgrade-nya dilakukan Naqabah,” kata Subhan.




Sumber : Tribunnews
Posting Komentar
bkd