Tanpa Membuat Protopolio Kasek Periodesasi Tak Bisa Melanjutkan Jabatannya - PELITA KARAWANG
Tanpa Membuat Protopolio Kasek Periodesasi Tak Bisa Melanjutkan Jabatannya

Tanpa Membuat Protopolio Kasek Periodesasi Tak Bisa Melanjutkan Jabatannya

Share This
Bupati  Cellica  Melantik PNS Karawang
PELITAKARAWANG.COM-.Edaran Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga(Disdikpora) Nomor 420/479/PSD kaitan tahapan Penilaian Kerja Kepala Sekolah (PKKS), nampaknya belum di respon sejumlah Kepsek yang habis jabatannya Januari dan April ini. Pasalnya, Tim yang terdiri dari Pengawas internal, KKPS, Pejabat Dinas dan orang Kememdikbud tersebut, beberapa diantaranya belum menerima berkas Protopolio dari ratusan Kepsek, padahal Dinas dan Tim PKKS menetapkan tanggal 2 - 6 April batas akhir pengumpulan bukti fisik,  bahkan kalau sampai tidak mengumpulkan protopolio, ratusan Kepala SD yang akan dinilai itu terancam ditetapkan mundur.

"Kita tugasnya hanya menilai saja nanti, karena bagian dari tim, cuma persoalanya protopolio dari 6 Kepsek di Kecamatan Majalaya saya belum ada yang masuk, padalah batas waktu Jumat nanti, " Kata Pengawas Korwilcambidik Kecamatan Majalaya,  Komariah S.Pd.

Sementara itu, Koorwilcambidik Telagasari, Abdul Ajiz S.Pd mengatakan, edaran Dinas kaitan PKKS sudah diterimanya dan sudah tersampaikan sejak Kamis 29/3 lalu kepada 11 Kepsek yang habis jabayannya Januari - April ini. 


sebelum melangkah pada tes wawancara dan sidang, para Kepsek ini diharuskan kumpulkan berkas Protofolio mulai tanggal 2 - 6 April ini, mulai dari sertifikat dan prestasi, mulai pribadinya sebagai Kepsek dan lembaganya, hingga guru-guru disekolah asalnya, apakah menghasilkam prestasi atau tidak, itu harus di buktikan lewat bukti fisik ini sebelum Tim PKKS yang dibagi 10 tim ini turun ke sekolah masing-masing. Sayangnya, sampai selasa 3/4, pihaknya masih belum menerima salinan berkas protopolio dari 11 Kepsek di Telagasari, bahkan kalau sampai tanggal 6 tidak kunjung ada protopolio kemejanya, bisa dikatakan para Kepsek tersebut dianggapnya mundur dari penilaian PKKS dan dianggap tidak akan lagi melanjutkan jabatannya sebagai Kepsek, seban Mei sebut Ajiz, sudah harus ada pelantikan Kepsek definitif, baik yang dianggap layak dari Kepsek sebelumnya yang lolos penilaian PKKS, atau dari Cakep baru. " Dinas beri waktu sampai tangfal 6 april, kalau masih tidak masuk, gak ada perpanjangan dan otomatis kita anggap gugur melanjutkan jabatannya sebagai Kepsek," Ungkapnya.


Ajiz menambahkan, Kepsek yang akan diperiksa PKKS ini memang tidak ada ukuran dianggap mundur atau tidak dari penilaian, tapi pihaknya bisa lihat dari tekad pengumpulan protopolionya dahulu, sebab, bagaimana mungkin tim PKKS yang dibagi menjadi 10 tim ini menilai, kalau bukti fisik dalam protopolionya saja tidak dikumpulkan. Karenanya, ia menilai, bahwa tidak mengumpulkan protopolio sampai batas yang ditentukan berarti dianggap mengundurkan diri dan tidak diperkenankan lagi menjabat sebagai Kepsek. Namun demikian, ia masih memiliki waktu menunggu para Kepsek kumpulkan protopolio tersebut." Kita diamanahkan sudah, menyampaikan juga sudah, terserah para Kepsek, apakah siap mengumpulkan protopolionya atau tidak," Katanya.

Lebih jauh ia menambahkan, Tim PKKS ini yang sudah dibentuk Pemkab ada 50 personil, terdiri dari 30 Pengawas setempat, 10 pengurus KKPS, 10 Guru dan Tenaga kependidikan (GTK),plus Dinas (Kabid dan Kabid) Disdikpora. Tim ini, kabarnya sama sekali tidak melakukam penilaian secara tertulis, tetapo wawancara dan tatap muka langsung kepada para Kepsek tersebut, termasuk pada guru hingga Komite sekolahnya. Beda dengan penilaian tahunan yang dilakukan atas indikator 8 komponen, kaitan tugas pokok dan fungsi Kepsek. Meski demikian, para tim ini akan sidang menentukan kelayakan atau tidaknya kepsek tersebut di perpanjang, atau cukup."Tim ini akan sidang habis menilai kelayakan atau tidaknya Kepsek setelah digarap PKKS," Pungkasnya. 
Posting Komentar
bkd