Enam Jenazah Diduga Korban Rusuh Mako Brimob Ada di RS Polri


Jakarta - Enam kantong jenazah yang diduga korban kerusuhan di Rumah Tahanan Markas Korps Brimob (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, telah berada di Rumah Sakit (RS) Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambulans yang membawa kantong-kantong jenazah itu telah datang sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB.

Mobil ambulans yang membawa kantong jenazah di antaranya bertulis Polda Metro Jaya.



Pantauan di RS Polri, area gedung forensik telah disterilisasi. Garis polisi dipasang dari depan gedung melingkar sampai belakang ruang jenazah. 



Beberapa anggota polisi berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang juga disiagakan di sekitar lokasi.

Pihak keluarga korban juga telah datang ke RS Polri. Namun, sampai saat ini belum diketahui pasti apakah enam kantong jenazah itu merupakan anggota Brimob atau narapidana terorisme yang terlibat kerusuhan semalam.

Polri belum memberikan keterangan resmi mengenai keberadaan enam jenazah ini. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto belum merespons pesan singkat dan telepon.

Kepala Bidang Pelayanan RS Polri Kombes Sumirat mengaku tak mengetahui mengenai keberadaan enam jenazah di RS Polri. Sumirat mengaku tengah dalam perjalanan ke luar kota.

"Mohon maaf saya tidak di kantor, lagi jalan ke luar kota," kata dia.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto membenarkan ada yang terbunuh dalam insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa ini cukup penting untuk segera diselesaikan.

"Kalau sudah ada yang terbunuh ya urgent," kata Wiranto. 



Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal saat meninjau Mako Brimob, Rabu (9/5) dini hari.

"Ada beberapa korban luka, baik dari petugas, tapi lukanya tidak serius," kata Iqbal saat ditemui di sekitar Mako Brimob.

Namun demikian, Iqbal tak menyebutkan secara rinci luka yang dialami korban. Dia hanya menegaskan tidak ada korban meninggal dalam kerusuhan tersebut.




Sumber :  CNNIndonesia.com
Posting Komentar