Katanya Pencairan Dana Desa Di Karawang Seperti Kloter Pemberangkatan Haji - PELITA KARAWANG
Katanya Pencairan Dana Desa Di Karawang Seperti Kloter Pemberangkatan Haji

Katanya Pencairan Dana Desa Di Karawang Seperti Kloter Pemberangkatan Haji

Share This


PELITAKARAWANG.COM-.Diajukan seragam bersama desa lainnya, begitupun dengan format proposal yang lancar tanpa kesalahan tidak membuat Dana Desa (DD) cair serentak bersamaan.Bahkan,pencairan APBN yang transit di DPKAD tersebut justru dikloter lazimnya ibadah haji.Hal ini yang membuat sejumlah perangkat desa merasa keheranan dengan mekanisme pencairan yang berbeda dibanding Kabupaten/kota lainnya.(11/5/2017).

"Kita Ngajukan bareng dihari dan tanggal yang sama dengan desa tetangga lainnya, gak ada kesalahan proposalnya dan tidak ada masalah, tapi kenapa cairnya kok bergelombang begini, yang lain sudah dan yang lainnya belum,jedanya juga mingguan," Heran Sekdes Cikarang Nata.

Ia menambahkan, Instruksi Menteri Desa saat di Desa Mekarmaya dulu jelas bahwa Dana Desa harus cair serentak, bahkan tidak ada alasan Pemkab memperlambat pencairan kalau regulasi,berkas dan ajuan syaratnya sudah terpenuhi, tapi nyatanya, duit DD masih mengendap di DPKAD saat semua berkas dan ajuan sudah masuk.Anehnya,pencairan APBN itu dibeda-bedakan setiap desa sampai 4 gelombang untuk tahap 1 saja, dimana setiap gelombang jedanya itu mingguan. 

Di Cilamaya Wetan saja misalnya, dari 12 Desa yang cair sudah dua gelombang,padahal saat pengajuan sama waktu dan tanggalnya, tapi yang turun dibeda-bedakan, entah apa yang jadi alasannya." Ngajuin bareng tapi cairnya dibeda-bedakan, pake kloter gitu," herannya.

Lebih jauh ia menambahkan, kalau digelombang seperti itu, bisa-bisa desa yang aktif membuat administrasi dan berkas misalnya,  justru tertinggal. Disaat yang lain sudah rampung membangun dan persiapan ajuan berikutnya, Desa yang belum cair justru masih menunggu lebih lama untuk mengajukan ketahap berikutnya. Kondisi ini yang harus dibenahi Pemkab." Kalau desa yang aktif belum cair, jadinya ketinggalan dong disaat yang lain sudah mau mengajukan tahap berikutnya," Katanya.

Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Gani mengakui keheranan aparat desa itu berdasar, karena selama ini pencairan cenderung dibuat gelombamg, dimana setiap gelombang itu hanya beberapa desa saja.Padahal, berkas dan ajuan sebelumnya sudah lengkap. Kalau memang lambat cair karena ajuan dan proposal ada kesalahan misalnya, wajar jika pencairan terlambat. Tapi jika semuanya sama dan benar tanpa ada berkas yang dikembalikan atau teguran, mengapa pencairan dipilah-pilah dengan sistem bergelombang demikian.Apakah Pemkab punya pertimbangan sendiri kalau DD cair dibatasi harus sekian milyar dulu atau sekian Desa tertentu, tapi selama ini belum pernah ada penjelasan lebih detailnya soal ini. Sehingga sistem kloter atau gelombang saat pencairan DD ini menimbulkan banyak pertanyaan." Kalau ada berkas yang salah, ya ayo tegur .Tapi kalau benar, kenapa pencairan ditunda-tunda," Pungkasnya.
Posting Komentar
bkd