Miris, Gaji Guru Honorer Lulusan S2 Rp 600.000 Perbulan - PELITA KARAWANG
Miris, Gaji Guru Honorer Lulusan S2 Rp 600.000 Perbulan

Miris, Gaji Guru Honorer Lulusan S2 Rp 600.000 Perbulan

Share This
PELITAKARAWANG.COM - Menjadi guru berstatus honor nampaknya harus tahan uji dan kesabaran. Apalagi berada di Kabupaten Karawang dengan nilai UMK tertinggi di Jawa Barat.

Betapa tidak, bangku kuliah yang digeluti sampai bergelar Master atau strata 2, nampaknya tidak menjamin kesejahteraannya sebanding dengan gelar yang disandangnya. 

Seperti yang dialami Riki Gunawan, Guru SDN Karyamukti II Kecamatan Lemahabang. Honorer non kategori jebolan Master Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang mengabdikan diri jadi guru sejak 2013 ini, konsisten mendidik para siswa walaupun dihonor Rp 600 ribu setiap bulannya.

Riki mengaku, dirinya mulai mengajar sejak bergelar S1 olahraga UNJ, tepatnya di SDN Karyamukti II. Dengan status honorer baru, ia hanya menerima gaji saat itu Rp 300 ribu perbulannya. 

Namun, sejak lulus di UNJ dengan gelar master atau S2 tahun 2017 kemarin, ia menerima honor Rp 600 ribu, itupun dianjuk alias dirapel, tergantung dana Operasional Sekolah turun. " Awal masuk 2013 dihonoran Rp300 ribu, sekarang Rp 600rb dengan  intentsitas dianjuk atau /dirapel seringnya," Ungkap Riki.


Lebih jauh ia menambahkan, dengan honor yang jauh dibawah UMK, jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, namun dirinya memilih menambahi kecukupan kebutuhan itu dengan usaha desain dan percetakan, bahkan Nyambi mengajar di SMK Swasta. " Cukup gak cukup ya di jalani saja, karena memenuhi hidup juga harus dengan usaha lain, termasuk ngajar di sekolah lain," Katanya.

Lebih jauh, Master muda yang hobi bersepeda ini menambahkan, Karena dirinya hidup di lingkungan yg terbilang pendidikannya standar, maka dengan gelar S2 yang masih mengajar status honor,  tidak ada cibiran sedikitpun dari masyarakat, namun kadang-kadang juga kalau dari sesama guru, kadang ada saja yang suka bilang kenapa berstatus master masih mau mengajar di SD, dengan simpel saja ia menjawab bahwa ia sudah lama mengajar dan terdaftar di Dapodik dan NUPTK, sayang kalau keluar, lagi pula sebut Riki, jiwanya memang jiwa mengajar yang diturunkan dari orangtuanya yang tak lain juga seorang guru.

" Ada saja yang nanya mah, tapi ya saya jawab sayang kalau keluar, sudah lama juga dan sudah terdaftar juga d Dapodik" Katanya.


Baginya, tidak perlu malu bergelar tinggi tetap mengajar dengan honor kecil sekalipun, namun ia sarankan untuk guru-guru honor yang lain, kiranya harus punya usaha sampingan dan punya skill di bidang yang lain. Karena kalau hanya mengandalkan pendapatan dari mengajar saja untuk hidup sendiri saja jauh dari kata cukup.

" Harus punya skill dan kompetensi lain yang harus dimiliki, jangan mengandalkan honor di sekolah saja, yakin gak cukup," selorohnya.
Posting Komentar
bkd