Pemkab Karawang Resmi Cabut Izin PT.Pindo Deli Pulp & Paper Mills 2- Caustic Soda Plant - PELITA KARAWANG
Pemkab Karawang Resmi Cabut Izin PT.Pindo Deli Pulp & Paper Mills 2- Caustic Soda Plant

Pemkab Karawang Resmi Cabut Izin PT.Pindo Deli Pulp & Paper Mills 2- Caustic Soda Plant

Share This
PELITAKARAWANG.COM.‐Peristiwa naas yang dialami kali keduanya oleh warga Desa Kutamekar,Kecamatan Ciampel yang menghirup udara bercampur gas bocor akibat kebocoran gas oleh  PT.PINDO DELI PULP & PAPER MILLS 2- CAUSTIC SODA PLANT pada malam kemarin,benar-benar dibayar kontan oleh Pemkab melalui Dinas LHK Karawang.(18/5/2018).

Berikut adalah isi surat pencabutan Izin kepada PT.PINDO DELI PULP & PAPER MILLS 2- CAUSTIC SODA PLANT oleh Pemkab melalui DLHK Karawang.
--------------------------------------------------------------------------------
Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang NOMOR : 180/Kep190/PPL/2018 Tentang Penerapan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Kepada PT.PINDO DELI PULP & PAPER MILLS 2- CAUSTIC SODA PLANT.

Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Menimbang :

a.Bahwa dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, setiap usaha dan/atau kegiatan wajib mentaati peraturan perundang-undangan dan perizinan di bidang lingkungan hidup;

b.Bahwa berdasarkan Pasal 76 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bupati berwenang untuk menerapkan sanksi administrative kepada penanggung jawab usaha dan /atau kegiatan jika dalam pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan perizinan di bidang lingkungan hidup.

C.Dan seterusnya ..

Berita sebelumnya dengan terjadinya peristiwa gas bocor kali keduanya di Pindodeli II, warga sekitar lokasi merasakan duka nestap pasalnya sejumlah korban harus mengalami dirawat didua rumah sakit swasta di Karawang.(18/5/2018).

Atas peristiwa darurat tersebut terdengarlah sebuah harapan lain berupa permintaan warga setempat kepada para wakil rakyat asal Dapil 6 Karawang untuk memberikan perhatian serius kepada kejadian yang menimpa keluarganya.(18/5/2018).

Tengah malam kemarin,(saat terjadi evakuasi korban gas bocor dibawa ke rumah sakit Delima Asih dan Rosela,red),Bupati Cellica Nurchandiana diantarkan Kadis LHK Wawan Setiawan dan unsur Muspoda lainnya misal dari TNI juga tampak Ketua Komisi C DPRD hadir di lokasi bocornya gas di PT Pindodelii II,terdengar sejumlah ungkapan kekesalan dari warga Ciampel selain kerasnya permintaan PT terkait kebocoran gas segera ditutup atau dicabut izinnya oleh Pemkab Karawang.

Dilokasi saat Sidak Bupati Karawang,banyak diantara suara warga setempat yang mempertanyakan ke tidak hadiran  anggota dewan asal Dapil 6.Tak sedikit suara sumbang terlontarkan oleh mereka kepada sejumlah nama anggota dewan yang mereka pilih dan kenali saat Pileg 2014 silam.

Semestinya anggota dewan asal Dapil 6 lebih cepat hadir dilokasi dibandingkan tim Muspida misal Bupati Karawang dan para aktivis lingkungan atau ormas,sebut Tarma warga Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel.

Ini mah sayang banget,warga sudah kentar -ketar akibat kejadian udara bercampur gas beracun hingga mesti dirawat di rumah sakit tapi sayang fakta dilapangan tidak ada seorang pun anggota dewan dapil asal 6 berada di lokasi.Saya secara pribadi ga ketemu pisan dengan anggota dewan asal Dapil yang berjumlah 6 orang,ulasnya.

Biarlah keadaan antipati terjadi karena bukan saya saja yang menilai dan merasakannya namun banyak warga setempat turut sesalkan sikap antipati dari wakil rakyat Dapil 6,ujarnya dengan polos.

Sebelumnya dikabarkan untuk kasus pencermaran lingkungan yang terjadi di Kabupaten Karawang sudah menjadi-jadi,dan sejumlah peristiwa  yang melanda seakan liput dari tupoksi pengawasan oleh wakil rakyat yang terhormat.

Dari kasus Atlasindo dan bocornya gas Pindodeli II yang sepi peran serta DPRD Karawang,itu semua bisa dianggap wakil rakyat bersikap berpangku tangan,ungkap Dian Kurnia.

Dian menambahkan,korban sudah berjatuhan akibat Pindodeli II masa mesti menunggu dan menunggu.Wakil rakyat semestinya cepat reaktif apalagi ini bicara nyawa manusia.

Saya sangat prihatin akan tindak dan sikap DPRD Karawang yang lambat dalam pengawasan juga hal responsif satu kasus juga lemah,Kasihan rakyat bila wakil rakyat kurang berpihak,tegas Dian Kurnia via telepon.

Atas pemberitaan tersebut Kadis LHK Kabupaten Wawan Setiawan,via telepon selulernya menyebutkan bahwa dirinya sedang berada dilokasi bareng Muspida ,diantaranya tampak sesuai gambar yang dia kirimkan ada Elvia Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang.

Bahkan Wawan mewartakan via pesan WA nya yang menuliskan bahwa besok bakal (hari ini,18/5/2018). ditutup.saat diminta mana bukti surat penutupan lokasi yang ia sebutkan,saya sekarang pulang dulu dan sudah dikantor nanti dikirimkan,tulisnya 

Berikut tulisan Wawan Setiawan:

Iya... besok keluar sanksi pembekuan ijin operasional coustic soda an PT Pindodeli 2....🍺.
Posting Komentar
bkd