Rawagempol Wetan Sudah Masuk Tiga Besar BBGRM Jawa Barat

PELITAKARAWANG.COM - Desa Rawagempol Wetan Kecamatan Cilamaya Wetan dipastikan sudah melewati desa-desa lainnya di Jawa Barat dalam lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Jawa Barat. 

Desa Tersebut masuk nominasi 3 besar, Desa perbatasan Sukatani - Cilamaya ini dinilai perdana tim BBGRM JABAR akhir pekan lalu, selain Desa di Bandung Barat dan Kabupaten Garut. 

Didampingi Kepala DPMPD Karawang, Ade Sudiana dan Camat setempat,  Desa yang dinilai berbagai aspek sosial, ekonomi, SDM, keagamaan dan kemasyarakatan ini, optimis jadi juara 1 ditahun ini.


Sekretaris Desa Rawagempol Wetan, Tarman mengatakan, saat penilaian, ada hal yang masih kurang dianggap sempurna oleh tim BBGRM, yaitu Dokumentasi berbentuk video gotong royong warga dalam pembuatan rumah, infrastruktur dan lainnya. Sebab, kebanyakan  Dokumentasi masih dominan berupa foto biasa dan belum dalam bentuk video. 

Namun demikian, hal itu masih bisa diantisipasi dan bisa dikirim susulan, karena syarat lainnya sebagai juara BBGRM, kabarnya sudah terpenuhi jika melenggang jadi juara 1.

"Dokumentasi yang kurang mah, dan syaratnya untuk jadi terbaik 1 tingkat Provinsi insya Allah sudah terpenuhi," Katanya.


Tarman menambahkan, syarat memang belum sepenuhnya sempurna, tapi semua elemen, baik desa, Kecamatan, dan Kabupaten sama-sama optimis bisa melalui langkah itu, sebab bidang kemasyarakatan, lingkungan, budaya dan ekonomi sudah diyakininya sempurna. Meskipun demikian, semua itu tergantung tim penilai. Sebab, dari 3 besar yaitu Karawang, Bandung Barat dan Garut, Desa Rawagempol Wetan ini yang pertama kali dinilai, jadi ketentuan siapa juara 1 - 3 setelah 2 kabupaten selesai dinilai baru akan di umumkan." Kita perdana dinilai Tim dari 3 besar ini, semuanya optimis bisa raih juara," katanya.


H Udin Abdul Gani, Kades Rawagempol Wetan H Udin Abdul Gani mengklaim, semua syarat dan indikator penilaian Tim BBGRM sudah dipenuhi. Tapi ia mengaku, bahwa giat gorol, gotong royong infrastruktur, sosial dan keagaamaan, sudah berjalan normal jauh sebelum ada BBGRM. 

Sehingga, adanya penilaian ini, tidaklah dibuat -buat, karena komitmen desanya sangat kuat menjaga tradisi gotong royong jauh-jauh hari, bukan karena ada lomba. 

Memang, saat penilaian, video kegiatan masih kurang, tapi untuk syarat lainnya sudah sempurna, sehingga wajar sebut Udin, dirinya optimis akan menjadi juara setelah penilaian ini. 

" Saat dinilai Ketua Tim Drs. Dandan Ramdan, semuanya bagus indikatornya, hanya di video saja, tapi selangkah lagi kita optimis juara," Katanya.
Posting Komentar