Ini Alasan Masyarakat Memilih Mudik dengan Sepeda Motor


Jakarta - Kementerian Perhubungan memprediksi akan ada 8,5 juta orang yang mudik dengan menggunakan sepeda motor tahun ini. Ongkos murah menjadi salah satu alasannya.
Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Pandu Yunianto mengatakan setidaknya ada tiga alasan mengapa sepeda motor masih menjadi pilihan moda transportasi favorit bagi para pemudik.

Alasan pertama adalah soal biaya. Pandu mengakui bahwa biaya bepergian ke luar kota dengan menggunakan sepeda motor memang lebih murah ketimbang moda transportasi lainnya. Apalagi, ditambah dengan harga tiket transportasi umum yang meningkat pada periode mudik.



Ia memberi contoh perjalanan mudik Jakarta-Solo dengan menggunakan bus non-ekonomi yang harga tiketnya berkisar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per orang. Maka, untuk sepasang suami isteri dibutuhkan uang kira-kira Rp1 juta untuk mudik pergi-pulang.

"Kalau menggunakan sepeda motor, Jakarta-Solo paling bahan bakar 10 liter, tidak sampai Rp100 ribu," katanya.

Alasan kedua, Pandu mengatakan masih terdapat budaya di tengah masyarakat yang menganggap pulang kampung menggunakan sepeda motor adalah sebuah bentuk kesuksesan.

"Masih ada persepsi masyarakat bahwa pulang [mudik] dengan sepeda motor itu adalah lambang atau bentuk keberhasilan bekerja di Jakarta, jadi mereka ingin menunjukkan itu kepada kerabat-kerabatnya di daerah," ujar Pandu.



Terakhir, Pandu menyebut sepeda motor juga akan memudahkan pemudik saat hendak melakukan silaturahmi di kampung halamannya, sehingga tidak perlu lagi mencari angkutan umum untuk bepergian.

"Sepeda motor ini kalau dibawa pulang [mudik] akan membantu mereka bersilaturahmi pada saat lebaran itu. Jadi ini masih menjadi penyebab tingginya penggunaan sepeda motor [saat mudik]," tuturnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut pemudik yang menggunakan moda transportasi sepeda motor akan meningkat sebesar 33 persen dari tahun lalu.

Padahal, ia berharap masyarakat memilih moda transportasi lain untuk melakukan perjalanan pulang kampung tahunan itu.

"Motor itu kita harap jangan digunakan," kata Budi saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Pambangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).



Sumber : cnnindonesia
Posting Komentar