Penyuluhan KB Jaringan Akseptor IUD-Inplan di Kecamatan Cilamaya Wetan Bersama Kepala Desa

PELITAKARAWANG.COM -  Penyuluh KB bersama para Kepala Desa di Kecamatan Cilamaya Wetan gencarkan penjaringan Akseptor KB. Hal itu dilakukan untuk memenuhi pelayanan gratis kontrasepsi jenis IUD dan Inplan di UPTD Puskesmas Cilamaya pada 5 Juli mendatang.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Cilamaya Wetan, Yaya Wiganda mengatakan, pihaknya akan kembali gelar pelayanan kontrasepsi jenis IUD dan Inplan, dimana syaratnya khusus bagi ibu-ibu yang baru memiliki anak satu. 

Penjaringan ini dilakukan oleh para penyuluh dan para Kades, karena diharapkan akseptor ada yang sampai bisa dijaring sekitar 5 orang perdesa, sehingga sekurang-kurangnya 30 akseptor KB IUD dan Inplan yang pelayanannya di Puskesmas Cilamaya ini bisa berjalan lancar dan baik, karena selain didampingi para penyuluh, tim medis dari Puskesmas juga menangani optimal pelayanan gratis yang akan dilaksanakan pada 5 Juli mendatang." Kita mau gelar pelayanan kontrasepsi IUD dan Inplan pada 5 Juli, target kita ada sekitar 30 akseptornya nanti," Katanya.

Yaya menambahkan, Oleh karena layanan kontrasepsi ini jarang ada pelayanan, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkannya. Karena, ia jamin dua-duanya aman dan terjangkau untuk para akseptor. Sebab, mayoritas warga utamanya kaum ibu, masih banyak memilih alat kontrasepsi jenis pil dan suntik. 

Oleh karena itu, ia memohon, partispasinya dengan optimal. Sebab, pelayanan ini adalah dalam rangka menyongsong Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Jawa Barat yang rencananya di gelar antara 16-17 Juli nanti di Pesantren Al Azhar kawasan Galuh Mas Karawang. Selain akan digelar gebyar dan dihadiri ibu-ibu PKK, pelayanan alat kontrasepsi jenis MOW dan MOP juga siap dilayani dengan lokasi pelayanan langsung di RSUD Karawang. " Pelayanan Iud dan Inplan ini sekaligus menyongsong Harganas yang kebetulan Karawang jadi tuan rumah sederhana Jawa Barat nanti, " Katanya.

Camat Cilamaya Wetan, Drs H Hamdani mengatakan, semua Kades, PKK dan kader diharapkannya aktif  untuk mengikut sertakan calon akseptor KB ini ke penyuluh KB dalam layanan kontrasepsi jenis IUD dan Inplan. Sebab, jika hari-hari biasa, pelayanan kontrasepsi ini berbayar, tapi karena ada program, diharapkannya bisa di ikut sertakan agar program dua anak cukup itu terlaksana dengan baik." Harus didukung semua pihak, Iud dan Inplan ini aman dan bagus," Katanya.
Posting Komentar