BOP PAUD Masih Dibatasi Maka Perlu Ini ,Katanya

PELITAKARAWANG.COM-.Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dewasa ini sudah masuk daftaran Dapodik secara online. Namun, berbeda dengan Siswa jenjang SD, SMP dan SMA, Bantuan Operasional (BOP) siswa yang sama-sama masuk Dapodik tersebut, justru dibatasi khususnya bagi para siswa Paud.

Penilik Koorwilcambidik Kecamatan Telagasari, Yayat S.Pd mengatakan, siswa Paud sama levelnya dengan dengan siswa SD dan jenjang lainnya, karena sudah mendapat pengakuan dalam daftaran Dapodik. Seharunya, siswa yang resmi masuk Dapodik bisa mudah mendapatkan akses bantuan operasionalnya, namun khusus Paud, belum semua siswanya mendapati BOP yang besarannya Rp 600 ribu peristiwa pertahunnya. Bukan lantaran lembaga Paudnya sudah atau belum terakreditasi, atau juga belum ada izin operasionalnya, tetapi memang jatah BOP ini batasi kuotanya. Misal, Yayat mencontohkan, kalau di satu kelas Paud siswanya ada 30, walaupun semuanya terdaftar dalam Dapodik, tetapi yang mendapat bantuan BOP, paling hanya 20 siswa. " Ya walaupun semuanya masuk Dapodik, yang mendapatkan BOP nya itu gak semua, karena dibatasi," Katanya.


Lebih jauh ia menambahkan, besaran BOP itu sekitar Rp 600 ribu Persiwa pertahunnya yang biasa cair juga hanya setahun sekali di bulan Oktober. Dana bantuan APBD itu sangat dibutuhkan untuk menopang operasional Paud, mulai proses pembelajaran dan lainnya, karena untuk honorarium guru atau tutor Paud, beda lagi sumbernya selain dari BOP tersebut. Karenanya, ia berharap BOP ini selain ditambah nominalnya, juga dihapus pembatasannya agar semua siswa paud yang masuk Dapodik bisa di cover semua oleh BOP, termasuk di lembaga lainnya seperti TK, TPQ dan TKQ. " Selain dibatasi, cairnya juga setahun sekali. BOP ini diluar honorarium guru, " Katanya.

Posting Komentar