Ini Alasan Belasan Warga Jepang Datangi Cilamaya

PELITAKARAWANG.COM - Pembangunan SuTet/Tower Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang digarap PT Jawa Satu Power (JSP) selangkah lagi. 


Belasan Sponshorship dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) asal Jepang datangi lokasi Power Plan di sekitaran lahan Pertamina Gas Distrik Cilamaya Senin (2/7). 

Mereka menggali informasi lebih detail kaitan rencana pembangunan Sutet di 118 titik sepanjang 53 Kilometer dari Karawang - Cibatu Kabupaten Bekasi.

Translater Pihak JBIC Jepang, Reni Bakri Wahyuni mengatakan, kedatangan rombongan dari negeri sakura ke Karawang ini, tidak lain adalah mereka ingin menggali detail informasi kaitan pembangunan tower atau Sutet yang akan digarap PT Jawa Satu Power. 

Selain survey lokasi, seperti lahan Pertamina Gas, juga para rombongan Jepang yang akan membiayai proyek tersebut survey lokasi yang akan dijadikan tempat Zeti gas di Pantai Muara. Lebih dari itu, rombongan mempertanyakan kaitan progres yang sudah diterima masyarakat dan aparat setempat kaitan rencana proyek pembangunan Sutet tersebut, seperti dampak lingkungan, akuisisi lahan dan segala kemungkinan yang akan terjadi pada saat pelaksanaan maupun selesai pembangunan nanti. "Pihak Jepang inginkan kepastian lebih detail kaitan dampak nanti pembangunan bagi masyarakat, lingkungan maupun saran dan masukannya," Katanya.

Dalam dialog yang digelar usai makan siang di Rumah Makan Saiyo Padang Cilamaya, pihak Jepang mempertanyakan kepada wakil masyarakat, aparat dan lainnya, apakah nanti pada saat pembangunan akan ada komplain dari berbagai pihak, dan apakah sosialisasi yang selama ini dilakukan sudah diketahui lebih jauh bahwa beberapa wilayah akan dibangun Sutet permanen. Hasilnya, pihak JBIC Jepang ini sebut Reni yang menterjemahkannya kedalam bahasa Indonesia, bahwa semua pihak sudah menyatakan kesiapannya, karena sebelumnya, dari PT JSP sudah melakukan sosialisasi masif, baik Amdal, lingkungan dan kawasan terlintasi Sutet, bahkan sampai akuisisi lahannya. 

Sebab, proyek ini sebut Reni, sama sekali tidak ada yang sampai menggusur rumah, karena lokasi atau titiknya berada di lokasi-lokasi lahan kebun dan sawah milik warga. Disinggung soal pekerja Asing, Reni meneruskan bahwa selama pelaksanaan pembangunan Sutet, dimungkinkan akan ada beberapa pekerja Asing yang menetap di Cilamaya selama 3 tahun, begitupun pada saat selesai pembangunan untuk teknisi operasinya, karena itu, koordinasi dengan aparat kepolisian dan kepala desa setempat akan terus dijalin untuk memastikan dokumen-dokumennya resmi dan aman. " Respon dari warga dan aparat menjawab pertanyaan pihak Jepang, bahwa Sutet sudah siap dibangun, " Katanya.

Sekretaris Desa Cilamaya, Ali Hamidi mengatakan, masyarakat sudah mendapat sosialisasi sebelumnya dari PT JSP dan mengetahui, khususnya yang memiliki lahan yang akan didirikan sutet. Begitupun soal akuisisi lahannya. Apalagi yang di Pertamina Gas, sebanyak 40 hektar lebih lahan disana untuk power plan, disadari warga adalah lahan milik Pertamina, bukan lahan hak milik warga. Adapun sektor pertanian yang jadi CSR Pertamina Gas disana, tidak mempengaruhi petani yang rata-rata penggarap, karena sadar betul bahwa lahan disana adalah milik Pertamina Gas, apalagi klaim Hamidi, para penggarap sawah Pertamina itu menjadikan sektor pertanian saat panen adalah sebagai usaha sampingan." Pemerintah Desa dan warga sudah siap, karena sadar bahwa PLTGU ini tidak memiliki dampak luas, " Katanya .
Posting Komentar