IPPC : Disperindag Sepihak Tentukan Tempat Relokasi Pasar Cilamaya

PELITAKARAWANG.COM -  Revitalisasi Pasar Cilamaya nampaknya sudah semakin dekat. Namun, tahapan yang belum banyak diketahui para pedagang, nampaknya harus di evaluasi Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) dan Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pasalnya, tempat relokasi puluhan lapak pedagang, disebut-sebut sudah disiapkan di Eretan Selatan dan Blok Jambe Amil tanpa sepengetahuan para pedagang pasar.

Dikatakan H Asep, pedagang buah pasar Cilamaya. Semingguan terakhir, para pedagang justru santer mendengar kabar hawar dan belum jelas kaitan tahapan revitalisasi pasar Cilamaya. 

Sebab, setiap kali rapat-rapat dan sosialisasi, acapkali tidak banyak melibatkan para pedagang pasar. Salah satu contohnya adalah, sepihaknya soal penunjukan tempat relokasi para pedagang pasar ke Eretan Selatan dan Jambe Amil sepanjang 5.000 meter.  

Lokasi itu, tanpa sepengetahuan para pedagang, atau kata lainnya tidak melalui musyawarah dengan para pedagang, disetujui atau tidak. 

Bahkan, sebagian pedagang menganggap, penunjukan lokasi untuk tempat pindah sementara para pedagang berjualan itu, adalah ilegal. 

Karenanya, seharusnya, saran Asep, Ketua IPPC dan pengurusnya bersama Mantri pasar dan pejabat terkait, libatkan semua pedagang soal ini, bukan apa-apa, karena pihaknya hanya ingin transparansi dan kejelasan, bukan bertindak sepihak yang bisa merugikan para pedagang nantinya. " Tolonglah IPPC itu libatkan para pedagang,  soal tempat relokasi, jangan diam saja, karena rawan penolakan kalau tanpa kesepakatan," Sebut Pedagang buah ini.

Kaur Trantib Desa Cilamaya, Wahyu mengatakan, Lingkungan pasar Cilamaya sempat ramai perbincangan, karenanya mendadak  adanya persiapan lahan di Dusun Eretan selatan dan Jambe amil untuk tempat relokasi pasar sementara, Cuma sebut Wahyu,  yang berperannya tidak ada sosialisasi sebelumnya  kepedagang. 

Malahan dirinya juga bingung, sebab, jangankan ke pedagang, kepada pihak desa saja tidak ada pemberitahuan sebelumnya. 

Terlebih, sebut Wahyu, IPPC sebagai organisasi yang seharusnya mengayomi para pedagang, justru jarang ada rapat-rapat bersama para pedagang. 

Padahal,  pedagang selalu menanyakan sebelumnya kaitan pelaksanaan relokasi,  mengenai bangunannya dan bagaimana bagaimana luasnya berikut  harganya. " Iya sempat rame, bagaimana tidak, kok ada tempat relokasi tapi gak ada musyawarah dulu, bahkan pemberitahuan ke desa misalnya, kan bingung," Katanya.
Posting Komentar