Kepengurusan Bermasalah, Pedagang Pasar Cilamaya Ganti Kepengurusan IPPC


PELITAKARAWANG.COM - Jelang revitalisasi Pasar Cilamaya, masyarakat pedagang pasar bergejolak. Musababnya, Kepengurusan Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) disebut-sebut tidak terbuka selama tahapan revitalisasi terhadap para pedagang, bahkan puncaknya, munculnya tempat relokasi sementara yang tanpa sepengetahuan pedagang dan musyawarah, menyulut ratusan pedagang pasar untuk mengganti kepengurusan IPPC dibawah kendali Sukarno selama 3 tahun terakhir tersebut.
" Ini jelas tempat relokasi yang tanpa sepengetahuan pedagang, sepihak dilakukan IPPC dengan pengembang, kita kaget, karena banyak pedagang yang gak bisa tidur mikirin relokasi ini, bahkan sebagiannya ada yang sudah ngontrak dibeberapa lokasi," Sesal pedagang buah pasar Cilamaya, H Asep.

Pedagang lainnya, H Haerudin, atau yang akrab disapa H Udin mengatakan, selama ini, dirinya sendiri sebagai pedahang belum tahu tugas dan kinerja IPPC, begitupun pertanggungjawabannya apa saja ke pedagang juga tidak pernah tahu. Ia risih, saat lebaran, sebutnya, banyak oknum meminta THR, tapi kondisi ini ternyata tidak bisa di kondisikan oleh IPPC. 

Kemudian soal AD/ART nya apa dan legalitas organisasi pedagang ini  juga dipertanyakan, sebab yang nanya ormas atau lembaga, atau paguyuban apapun, seharusnya harus ada izin di Kesbangpol, disisi lain juga, IPPC selama ini tidak pernah punya semacam CV. Karenanya, kepengurusan saat ini diganti, jangan sampai pengelolaannya sama saja, baik pertanggungjawaban, keuangan dan kinerjanya. " Kita pedagang kadang gak tahu, selama ini apa saja kegiatan IPPC,  banyak oknum meminta THR saja saat lebaran kok gak bisa di kondisikan sama IPPC," sesalnya.

Pedagang pasar lainnya, H Muid mengatakan hal serupa,  menurutnya, pedagang adalah pemilik kekuasaan tertinggi, jadi segala sesuatunya harus dengan keterbukaan dan musyawarah bersama para  pedagang. Sebab, yang ia rasakan pimpinan dan pengurus IPPC selama ini cenderung berjalan sendiri-sendiri dan tidak pro pada pedagang. Tak heran, jika sekali saja bawa kepentingan yang merugikan pedagang, maka semua pedagang menjadi korbannya.  Untuk itu, pedagang sebagai pemegang kendali keberlangsungan organisasinya ini, perlu menyuarakan hak-haknya, sebab IPPC diberhentikan dan di angkat oleh para pedagang." Jangan sampai pedagang jadi korban akibat kepentingan kepengurusan IPPc yang tidak pro dan tidak terbuka pada para pedagang," Sesalnya.

Formatur Kepengurusan baru IPPC Cilamaya, F Topan Wibowo mengatakan, 
pertemuan para pedagang pada Sabtu pagi kemarin, merupakan puncak dari rentetan pertemuan sebelumnya yang didasari keluhan para pedagang yang menghendaki pergantian kepemimpinan IPPC yang selama ini dibawah kendali Bapak Sukarno. 

Semula, sebut Topan, pertemuan digelar sejak 6 Juli bersama lintas unsur, mulai pedagang, mantri Pasar, dan Pemerintah Desa Cilamaya, tujuannya ingin memastikan, apakah betul dua lokasi sudah di plot sebagai tempat relokasi pasar Cilamaya jelang pembangunan, sebab IPPC lama dan pengembang sudah sebarkan kabar bahwa lokasi relokasi itu di Utara pasar. 

Ternyata, sesal Topan, kabar itu adalah Hoax dan cenderung membuat teror bagi para pedagang yang selama ini masih stabil berjualan. Bahkan, saking kagetnya muncul tempat relokasi yang tanpa musyawarah tersebut, beberapa pedagang diantaranya sudah ngontrak ke beberapa lokasi. Atas dasar itulah, para pedagang, kemudian mengambil sikap, sebab apa yang dilakukan IPPC ada unsur kepentingan pribadi, sehingga  puncaknya menghendaki pergantian pengurus, karena dianggap meresahkan para pedagang . " Lebih dari 200 pedagang mayoritas sepakati kepengurusan baru, karena yang lama ini bikin resah saja, Alhamdulillah semua unsur hadir dan menyetujuinya," Katanya.


Menguatkan hal itu, para pedagang yang kecewa dan memilih pergantian kepengurusan baru, membubuhkan tandatangan pernyataan misi tidak percaya kepada IPPC pimpinan Sukarno, 
karena memang selama ini, banyak agenda dan kegiatan yang tidak diketahui. Untuk itu, selain sudah mengangkat ketua IPPC baru atas nama Andi AY , dalam waktu dekat, kepengurusan dan struktir baru akan segera terbentuk, karena lazimnya lembaga dan koperasi, yang tertinggi adalah anggota, begitupun IPPC, dimana pedagang adalah pemegang kendali keberlangsungan organisasinya." Banyakmengutarakan kekecewaan  saat rapat, intinya pedagang hanya butuh keterbukaan, karena menyebar kabar sepihak saja, menimbulkan gejolak dan kepanikan," Katanya.


Ketua IPPC yang baru, Andi AY mengatakan, pihaknya menghaturkan   terimakasih atas kepercayaan para pedagang atas penunjukan dirinya memimpin IPPC, tinggal langkah berikutnya adalah membentuk strukturnya. Tentu saja, sebut Pedagang pakaian ini, sebagai ketua IPPC baru, dirinya akan maksimal kerja membenahi dan mengamankan untuk pasar Cilamaya bisa lebih baik. " Terimakasih atas kepercayaan semua pedagang pasar, kita akan maksimal sama-sama benahi dan amankan pasar Cilamaya agar lebih baik lagi," Katanya.

Dikonfirmasi kaitan kepemimpinannya yang diganti para pedagang pasar,  Ketua IPPC lama, Sukarno mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar lebih jauh dulu soal ini, apalagi statemen atas nama pribadinya, karena di IPPC itu ada sesepuh pasar dan Dewan Penasehat lainnya." saya gak bisa memberikan komentar secara pribadi, karena di IPPc ada yang lebih sepuh dan dewan penasehat, silahkan," Ungkapnya singkat.
Diberdayakan oleh Blogger.