MTQ dan Kongres Jamiyyatul Qura Wal Hufadz Resmi di Buka

PELITAKARAWANG.COM - Setelah dibuka Presiden RI Ir Jokowidodo di Istana Rabu (11/7), Kongres ke V Pimpinan Pusat Jamiyyatul Qura Wal Hufadz (JQH) NU berjalan di Pondok Pesantren Ashidiqiyah Cilamaya Kamis pagi 12/7. Sejumlah Qori dan hafidz lintas pesantren NU di pelosok Provinsi Juga meriahkan kegiatan Kongres dalam MTQ ke 8 Nasional dan MTQ ke 2 Internasional di lingkungan Pesantren Pimpinan KH Hasanuri Hidayatullah tersebut.


Syaifullah Maksum, Ketua Panitia Kongres JQH NU mengatakan, melalui tema mensyiarkan Al Qur'an sebagai kitab Rahmatan Lil AlAmin, kongres dan MTQ resmi di buka Presiden di istana pada Rabu sore (11/7). 

Bahkan, di sela pembukaan, lagu Mars JQH dan Mars Ya Ahlal Wathon NU bergema pertama kali di Jantung ibu kota negara tersebut. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, untuk para pengurus JQH diberbagai Kabupaten/Kota dan  provinsi Jabar ini bisa terus menambah kualitas para penjaga Quran ini, utamanya dalam kongres dan MTQ ditahun-tahun mendatang agar bisa mendatangkan peserta lebih banyak lagi. 

Saat ini Syaeful, sebanyak 800 peserta hadir yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, dengan berbagai komposisi wakil Cabangnya. Termasuk dihari terakhir nanti, delegasi hafidz dan Qori dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Iran, Tunisia dan Thailand akan berlomba dihadapan puluhan pengawas dan dewan hakim MTQ. 

Sampai akhirnya nanti sambung Syaiful, kegiatan yang akan ditutup 15 Juli nanti, akan dihadiri langsung Menteri Agama (Menag) RI, PLT Gubernur Jawa Barat dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ." Alhamdulillah, pembukaan di istana sudah dilakukan, pembukaan ditempat acara juga sudah digelar, sekarang saatnya kongres dan MTQ sampai nanti ditutup 15 Juli," Katanya.


KH Muhaimin Zein MA, Ketua PP JQH NU mengatakan, selain memilih kepengurusan baru, Kongres JQH ini juga memberikan rekomendasi-rekomendasi progam ditahun-tahun mendatang. Organisasi dibawah naungan NU ini diakuinya, sempat tiarap selama masa orde baru. Tapi paska GusDur menjadi Presiden, organisasi yang memiliki daya tawar internasional bagi Indonesia ini, kembali digelorakan. Bahkan, dalam rekomendasi ke Kementrian Agama nanti, JQH berharap ada kesetaraan dengan organisasi internasional lainnya, dimana jatah lomba MTQ internasional bukan saja utusan dari delegasi plat merah Kementrian agama atau LPTQ, tetapi juga dari JQH ini. Apalagi, Paska Kongres ke V ini, JQH juga akan mewacanakan Seminar Al Qur'an Internasional untuk membumikan Al Qur'an ." Kenapa JQH berdiri sejak era Kemenag KH Wahid Hasyim yang sudah berjasa menjadi cikal bakal Tasrikh Quran baru kongres ke 5, ? , Karena kita tiarap selama Orde baru," Ungkapnya.

Posting Komentar