Sehari 1000 Ekor, Pengusaha Pindang Keluhkan Stok Ikan Berkurang

PELITAKARAWANG.COM  - Pindang, yang menjadi olahan ikan andalan Karawang berpusat di sekitaran Cicinde Kecamatan Banyusari dan Bayurkidul Kecamatan Cilamaya Kulon. Ikan yang di asinkan basah ini, semakin meluas pasarnya hingga menjadi incaran sejumlah rumah makan, restoran dan masyarakat kelas menengah atas. 

Namun, seiring banyaknya permintaan, stok ikan yang hendak di olah jadi pindang, belum bisa diandalkan memadai, khususnya di tambak-tambak bandeng yang belum banyak budidayanya.

Pengusaha Pindang bandeng lunak duri yang juga Ketua Gabungan Kelompok Ikan (Gapokan) Sumber Jaya Dusun Kecemek Desa Bayurkidul, H Nurhalim mengatakan, Pindang olahannya yang sudah diakui Kementrian Kelautan dan Perikanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, semakin meningkat pemasarannya. 

Dalam sehari, 1.000 ekor ikan di olah jadi pindang untuk pemesanan dari Kota Bogor, Bekasi, Indramayu, Jakarta, Bandung dan Purwakarta. 

Kebanyakan, selain restaurant tradisional dan rumah makan, pindang olahannya ini juga banyak di pasarkan secara tradisional di Kabupaten/kota tujuan. Karena, saat ini, pihaknya terus melakukan upaya peningkatan pemasaran ikan pindang bandeng ini meluas. " Pasar kita sedang meningkat, Alhamdulillah terus merambah Kabupaten Kota lainnya, walaupun minim intervensi pemerintah," Katanya.

Nurhalim menambahkan, dari seribu ekor Pindang yang diproduksi sehari, kebanyakan peminat luar kota, tentu saja adalah pindang bandeng presto yang tulangnya sudah lunak. Hanya saja, keluh Nurhalim, tambak-tambak yang hidup sedikit dan kurang banyak di Karawang, membuat stok ikan kurang banyak, apalagi saat menghadapi pesanan yang banyak. Sebab, selama ini, pihaknya masih memanfaatkan stok bandeng dari wilayah Karawang, seperti Muara Cilamaya, TPI Ciparagejaya, Sungaibuntu, Tambak Sumur dan Pakis. 

Belum sampai merambah stok dari luar Karawang, kecuali Blanakan. Untuk itu, pasar pindang yang meluas, akan sia-sia saja, jika stok ikan di Karawang masih kurang melimpah, sebab rasa bandeng dari tanah Karawang dengan luar Karawang itu beda, sebab lumpur di Karawang bagi daging ikannya, dirasa lebih gurih rasanya dibanding ikan yang di drop dari kota lainnya. 

Sebab, diantara peminat pindang saat ini, sangat butuh stok dengan ukuran size yang jarang ada di Karawang, " Bandeng Karawang itu dirasa paling gurih, makannya stok itu kita upayakan dari laut dan tambak Karawang diprioritaskan," Katanya.


Ia berharap, Pindang bandeng presto dari Bayurkidul ini semakin maju pasarnya, disamping sudah ditopang dengan optimal perkoperasian dan bantuannya dari Pemerintah. Banyak yang melakukan Study dan PKL tempat olahan pindangnya, walaupun belum representatif sempurna, namun ia berharap, kalangan muda bisa ikut wirausaha dan belajar, agar budaya pindang ini bukan saja memenuhi pasar domestik, tetapi internasional." Bantuan dan koperasi sih ada, tapi sarana belum sesempurna yang dilihat, semoga saja kalangan muda semakin tertarik ikut memasarkan pindang presto Karawang ini," Katanya.
Posting Komentar