SMK PGRI Telagasari Lepas 33 Siswa Magang Kerja Sambil Kuliah ke Taiwan

PELITAKARAWANG.COM - Sukses kirimkan belasan alumninya magang dan kuliah di Jepang, China dan Malaysia 2 tahun terakhir, SMK PGRI Telagasari kembali melepas 33 lulusannya ke Taiwan pada pertengahan Agustus mendatang.  

Secara simbolis, pelepasan siswa lintas jurusan untuk Program Pemagangan dan Beasiswa Pendidikan Strata 1 di Tajen University dan Tatung University Taiwan angkatan ke 2 ini, dilakukan langsung Wakil Bupati Karawang dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Senin pagi (23/7).

Nining Yuningsih Widyawati, Lulusan SMK PGRI Telagasari Jurusan TKR mengaku senang, bisa dapat kesempatan kuliah dan magang di Taiwan, walaupun latar belakang keluarganya adalah buruh tani. Selama seleksi ia serius belajar bahasa Mandarin dan Bahas Inggris, dan ketika lolos, ia jelas senang dan sempat tidak percaya. Tapi Alhamdulillah, jalan Allah sangat indah, selain kuliah, magang juga bisa mendapatkan uang saku nantinya, dan bisa membanggakan orangtua. Setelah nanti ia kuliah di Tajen University Fakultas Food Sains and Technology, ia akan banyak menimba ilmu dan fokus, sehingga pulang ke Karawang, tidak ada lagi yang mengucilkan SDM masyarakat Karawang dan bisa membaangun daerah dengan kompetensi yang dimiliki." Alhamdulillah ,saya dipilih dari sekian ratus siswa, orangtua mendukung dan semoga semuanya diberi kelancaran," Pungkasnya.

Dihadapan sejumlah HRD perusahaan dan orangtua siswanya, Koordinator Pemagangan Taiwan SMK PGRI Telagasari, Yan Yan Sopyan ST mengatakan, SMK yang berdiri sejak tahun 1999 dengan 5 kompetensi keahlian terakreditasi ini, akan kembali mengirim para lulusannya ke Taiwan, mulai 10 Agustus mendatang secara bertahap sampai tuntas target pada 23 Agustus semuanya sudah Kuliah di dua Universitas dan magang kerja. Adapun Universitas yang menampung dan kerjasama dengan SMK PGRI yang dimaksud adalah Tajen University dan Tatung University. Disamping itu, waktu perkuliahan yang hanya 3 hari dalam seminggu, para siswa yang dapat program ini juga akan magang kerja disisa harinya, sehingga dalam sebulan, dipastikan Yanyan, lulusan yang diseleksi ketat dengan standar internasional ini, akan memiliki uang saku dan tunjangan total Rp 9 juta perbulannya. 

Bahkan, jumlah 33 siswa dari SMK Telagasari ini yang dikirim ke Taiwan ini, diakui Yan Yan, merupakan terbesar di Karawang, karena dari 400 siswa SMK Se Indonesia, hampir 10 persen jatahnya dikhususkan bagi SMK PGRi Telagasari. " Programnya mereka nanti kuliah dan magang kerja, insya ,Allah berangkatnya mulai 10 Agustus mendatang," Katanya.

Yan Yan menambahkan, program pemagangan bukan tahun ini saja, karena khusus ke Taiwan kegiatan ini merupakan pelepasan angkatan kedua. Sebab ditahun 2015, sebanyak 11 siswanya juga mendapati beasiswa serupa ke Negeri Sakura Jepang, termasuk juga ke China dan Malaysia.  Profesionalitas selama seleksi sebut Yan Yan juga sesuai standar, mulai kesehatan, bahasa Inggris dan Mandarin serta tes fisik lainnya, sehingga yang berangkat ke luar negeri itu adalah benar-benar murni orang terpilih. Bahkan, sambungnya, anak dari orangtua tukang becak, buruh tani dan kuli setrika, juga andil menjadi bagian yang berprestasi ikut program ini hingga lolos dan sudah berkuliah di berbagai Negara tersebut. " Kita sudah kerjasama dengan 12 Universitas luar negeri, 7 diantaranya yang aktif. Semoga kuota kedepan terus bertambah dan bertambah lagi," Harapnya.

Drs H Cecep Jalaludin, MM, Kepala SMK PGRI Telagasari mengatakan, dirinya tidak bisa banyak kata menjabarkan kebanggaan kepada guru dan para peserta didiknya yang sudah sukses mengantarkan mereka bisa magang dan kuliah setiap tahun ke luar negeri. Kalau ditanya tips dan resep kenapa sekolahnya bisa semakin baik, maka jawabannya adalah akibat dirinya sakit hati, sebab dirinya sudah banyak sakit hati mengapa banyak orang Karawang ditolak kerja di Karawang?, Maka dirinya merasa perlu evaluasi dengan peningkatan kompetensi dan keahlian anak-anak kita, sehingga ia malah ingin targetkan 100 persen kedepan, anak-anak SMK PGRI Telagasari ini bisa kuliah semua di Jepang, Taiwan dan China atau negara lainnya, sehingga pulang ke Indonesia, mereka dicari dan diserap sendiri oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang. " Selain banyak sakit hati, saya didik anak-anak dengan Cinta kasih, memikirkan bagaimana mereka setelah lulus harus bermanfaat," Katanya.

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari mengaku haru dan bangga atas kegigihan para guru yang sudah banyakembantu anak-anak SMK PGRi Telagasari bisa kuliah dan magang ke luar negeri. Melihat jumlah dan prestasi tingkat internasional yang sudah diraih SMK ini, ia meminta Disnaker jadikan SMK PGRI Telagasari ini sebagai SMK Pilot Projects, sebab ia tahu, kebanyakan SMK selama ini justru tidak serius membangun SDM para peserta didiknya. Buktinya, banyak yang sudah kerjasama dengan perusahaan dan industri, tapi tidak serius mengkawal anak didiknya benar-benar bisa disalurkan pendidikan lanjutan maupun serapan tenaga kerjanya. Untuk itu, sebut Jimmy, apa yang sudah dilakukan SMK PGRI ini patut dan layak dijadikan Pilot Projects contoh pemagangan dan program beasiswa pendidikannya. " SMK ini patut jadi Pilot projects bagi sekolah lain, bayangkan ini Swasta loh, jadi bukti bahwa prestasi dan kualitas anak didik juga tidak mesti bercokol di Sekolah berbasis negeri, buktinya PGRi ini bisa," Katanya.

Ia berpesan, sambung Jimmy, semoga semua siswa yang akan keluar negeri dan 32 diantaranya asli Karawang ini, agar jaga sikap dan perilaku di negeri orang. Serius belajar dan magangnya, karena kalian, sudah mendapat uang saku nanti Rp 9 juta perbulannya. " Semoga selamat, sehat dan berhasil kalian yah, jangan lupa mohon maaf dan minta restu sama orangtua," Pesannya. 

Posting Komentar