Di Karawang, Ada Sejumlah Buku Rekening Sekolah Kabarnya Dianggunkan ke Bank Emok oleh Oknum Kepala Sekolah Lama - PELITA KARAWANG
Di Karawang, Ada Sejumlah Buku Rekening Sekolah Kabarnya Dianggunkan ke Bank Emok oleh Oknum Kepala Sekolah Lama

Di Karawang, Ada Sejumlah Buku Rekening Sekolah Kabarnya Dianggunkan ke Bank Emok oleh Oknum Kepala Sekolah Lama

Share This

PELITAKARAWANG.COM-.Lagi mengemuka didunia pendidikan Karawang masih seputar promosi dan rotasi Kepala Sekolah,selain terbongkarnya hutang gede sejumlah sekolah dari hasil validasi dan verifikasi juga tercium oknum pengawas di Kota Karawang yang malak 2 juta per Kepala Sekolah baru dengan dalih buat acara syukuran dan tektek bengek.Padahal sebelumnya sudah ada pengakuan dari seorang Cakep (Calon Kepala Sekolah asal Karawang Kota),ia sudah dimintai uang oleh oknum Pengawas dengan dalih diperintahkan Korwilcanbidik tapi setelah dikompormasi pihak Korwilcambidik membantahnya.Tak hanya itu,kali ini muncul temuan yang menyebutkan adanya sejumlah Kepala Sekolah baru yang mengeluh karena sulit bekerja dengan tiadanya buku rekening Sekolah akibat digadaikan ke bank Emok atau dijaminkan oleh oknum Kepala Sekolah lama.Dan buku rekening sekolah itu,rata-rata akan diambil oleh oknum pada saat akan menerima atau mengambil dana Bos dan mereka juga diharuskan membayar bunga sebesar 5 persen dari jumlah pinjaman kepada bank Emok.(11/8/2018).

Permana yang semula sudah memohon kepada Bupati Karawang untuk bertindak tegas untuk memberikan sangsi berat kepada oknum-oknum Disdik yang dinilai telah menghambat program dan melawan kebijakan,ia pun kali ini meminta agar kasus buku rekening sekolah yang dijaminkan di Bank Emok dipertanyakan kepihak Disdikpora Karawang.

"Kita cukup prihatian dengan sejumlah temuan dari jual-beli jabatan Kepala Sekolah,pungli untuk penempatan Kepala Sekolah baru sampai kepada hasil validasi dan verifikasi yang sedemikan rupa selain ada hutang numpuk juga ada mengemukanya buku rekening ada ditangan bank Emok",jelasnya.

Banyaknya keluhan dari Kepala sekolah yang kena mutasi dan mendapatkan promosi dari SD dan SMP dengan sejumlah masalah ditempat barunya adalah hal sungguh luar biasa dan sangat memperihatikan,ucap Permana.

Ternyata bukan hanya pejabat Disdikpora pada struktural yang perlu dievaluasi kerjanya,bagi Kepala Sekolah yang meninggalkan  hutang pun bila tak bisa membayar atau menjelaskan asal usul hutang-piutangnya sangat wajib pula dievaluasi.Bila terus seperti saat ini maka sama saja pembiaran oleh Pemkab Karawang dan akan menjadi tradisi hutang sekolah dilimpahkan kepada Kepala Sekolah baru dikemudian hari,ungkapnya.

Kemudian ungkapnya,Tupoksi dari Pengawas dan Korwilcambidik secara umum makin jelas tidak berjalanan normatif dan bahkan jauh dari obyektif untuk pengawasan sertapembinaannya,terlebih munculnya kasus rekening ditangan bank Emok,itu barang berharga dan sangat tak pantas dianggunkan oleh oknum Kepala Sekolah,sesal Permana.

Yang lebih aneh ada sebuah temuan yang mengutarakan data pembelian untuk alat peraga namun barang yang dimaksudkan tidak ada ditempat,mungkin inilah salah satu bentuk SPJ Bos berbentuk narasi yang kerap dibincangkan dikalangan pendidik Karawang,sebut Permana.

Yang lebih parah,sambungnya,adalah diketemukannya sejumlah temuan lapangan  berupa tidak difungsikannya Bendahara Bos oleh oknum Kepala Sekolah serta teranyar ada pula temuan seorang oknum Komite Sekolah meminta uang bos kepada pihak sekolah dengan dalih jatah.

"Lagi saya minta kepada Pemda dan lembaga yang berwenang untuk segera mengaudit dana Bos SD dan SMP di Karawang,dan pihak Saber Pungli Karawang sangat diharapkan secara dini untuk menindaklanjuti bidang peruntukan dana Bos di sekolah-sekolah termasuk BOP di PAUD dan PKBM,harap Permana.

Pemda Karawang,Lembaga berwenang misal BPK dan pihak penegak hukum (polisi) dengan segera juga cepat bertindak untuk mensikapi kondisi dan perkembangan yang dialami oleh sejumlah Kepala Sekolah baru hasil pelantikan pada Juli 2018,hal ini patut dijalankan demi penyelamatan dana Bos yang bersumber APBN dan lainnya yang berasal dari APBD II Karawang,cetusnya pula

Permana memisalkan pihak Disdikpora melakukan Sidak ke sekolah tertentu atau Polisi dan BPK mengaudit sebagai uji petik kasus yang berkembang.Mudah-mudahan dengan demikian menjadi efek jera bagi siapa saja pemangsa uang Bos dan bantuan lain misal dari APBD II ataupun hasil sumbangan para dermawan pendidikan namun disalahgunakan,pungkas Permana ,di Karawang.

Bupati Karawang berita ini diturunkan belum memberikan jawaban atas sejumlah temuan yang berkembang di dunia pendidikan saat ini.
Posting Komentar
bkd