Guru dan Siswa SMAN Tempuran Kompakan Hindari Vaksin Difteri

PELITAKARAWANG.COM - Pemberian vaksin difteri tahap kedua di SMAN 1 Tempuran,berlangsung histeris pada Kamis kemarin,(30/8). Selain ada siswa yang pingsan mendadak usai disuntik, juga tidak sedikit siswa yang beralasan sakit mendadak guna menghindari jarum suntik untuk kekebalan tubuh tersebut. Bahkan, guru-guru yang diarahkan untuk di vaksin serupa, partisipasinya juga hanya bisa dihitung jari yang kooperatif.


" Tahap pertama mah enggak sampai kejang dan pingsan, takut doang sih jadi tangan dan jari-jari saya ini berasa keram kesemutan sampai akhirnya pingsan,padahal saya sudah sarapan pagi," Kata Anastasya Salam, siswi kelas  XI IPS yang jatuh pingsan usai  di vaksin.

Sementara itu,Endra Wahyudi,Wakil Kepala SMAN Tempuran mengatakan, dari 942 siswa,hanya 80 persen saja yang hadir diruangan kelas. Karena rata-rata perkelasnya, mendadak banyak yang absen 2-4 orang karena alasan sakit. Sebab,rencana vaksinasi ini sudah diketahui sehari sebelum pelaksanaannya, hingga akhirnya para siswa mendadak sakit sebagai alasan sampai-sampai pihak sekolah banyak menerima surat izin keluar masuk siswa dari para wali kelas.Parahnya juga,ada siswa yang pagi hari hadir,kemudian pulang dan orangtuanya datang ke sekolah langsung memberikan surat keterangan izin sakit.Semua itu sebut Endra, ia berbaik sangka saja, semoga alasan sakit itu benar adanya. Karena, bagi yang sakit, atau izin lainnya, vaksinasi tetap diarahkan untuk dilakukan, karena saat ini yang belum dianggap dipending saja, selebihnya bisa langsung ke Puskesmas atau didatangi langsung petugas. Sebab, vaksinasi ini penting, dimana satu kali suntik kalau tidak disubsidi pemerintah harganya bisa mencapai Rp 300 ribuan. " Ya kita banyak menerima surat izin saja dari siswa karena alasan sakit, karena bocor sehari sebelumnya sih," Ungkapnya.

Bukan hanya siswa, sambung Endra, guru-guru juga sebenarnya diarahkan untuk disuntik difteri serupa setelah semua siswa selesai. Namun, dari 48 orang guru, hanya 5 orang saja yang di vaksin. Mereka beralasan,saat vaksin pertama saja tidak disuntik dan memilih untuk tidak melakukannya untuk tahap 2 ini.Tapi ia berharap, sambungnya, baik guru dan siswa yang tidak di vaksin bisa menyusul. Pihaknya juga menghaturkan terimakasih kepada tim dari Puskesmas yang sudah memfasilitasi kegiatan vaksin ini."  Ya guru juga paling hanya 5 orang yang di vaksin , dari jumlahnya yang  sekitar 48 orang," Katanya. (ruri)

Tidak ada komentar