Ipda Dodon Polantas yang Tewas Ditembak di Mata Ayah Tercinta


PELITAKARAWANG.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Ipda Dodon Kusgianto. Anggota PJR Ditlantas Polda Jawa Barat itu tewas akibat tragedi penembakan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 

Dodon meninggal di RS Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (28/8/2018) pagi. Siang harinya, jenazah Dodon langsung dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 

Terlihat raut kesedihan di wajah Saeful M Kardila, ayah Dodon saat menungu kedatangan jenazah anaknya yang menjadi korban penembakan saat patroli di tol Mertapada, Cirebon. Dodon merupakan anak kelima darispasangan suami istri SM Kardila dan Mienturmini. 

Kepergian Dodon meninggal seorang istri bernama Riri Asniri dan dua orang anak. Riri Asniri terus meneteskan air mata. Lagi, air mata Riri menetes lebih deras saat melihat proses pemakaman suaminya di Pemakaman Ki Gede Buluh Desa Kebarepan. 

Ayah Dodon, Kardila mengatakan Dodon bertugas menjadi polantas sejak empat tahun lalu. Kardila mengaku Dodon dikenal sebagai anak yang pendiam.

"Anaknya pendiam, tapi sangat pengertian. Sama orang tuanya jarang mengobrol, tapi dia punya disiplin tinggi," ucap Kardila dengan mata berkaca-kaca. 

Kardila mengaku selalu berpesan kepada Dodon agar membawa senjata saat bertugas. Dodon pun menuruti ucapan orang tuanya itu. "Saya selalu berpesan, istrimu yang pertama saat bertugas adalah senjata. Kalau siang memang jarang bawa, tapi kalau malam dia selalu bawa senjata," kata Kardila.  

Saat di rawat di RS Mitra Plumbon Cirebon, sebelum dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, dikatakan Kardila, Dodon sempat bercerita tentang kronologi penembakan oleh tiga pelaku. Dodon dan rekannya, Aiptu Widi yang juga menjadi korban penembakan tak membawa senjata saat mendekati pelaku. 

"Anak saya awalnya cari tahu kenapa mereka (pelaku) itu ada di tepi jalan tol. Saat mendekati pelaku, sekitar jarak dua meter, anak saya malah ditembak . Senjata anak saya katanya disimpan di mobil," katanya.

Ia mengatakan ada tujuh luka tembak di tubuh anaknya. "Tembakan ada di bagian dada, mulut, bahu kanan, dan tembakan tujuh itu ke punggung," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan anggota polisi ini menceritakan anaknya langsung berbalik menuju mobil untuk mengambil senjata. Baku tembak pun terjadi. Tembakan Dodon mengenai pelaku. 

"Pelaku katanya ada yang kena tembak. Sejak dulu saya sudah berpesan, kalau bertugas bawa senjata. Saya juga punya pengalaman saat berdinas," ucapnya. 

Kejadian maut yang menewaskan anaknya itu, diharapkan Kardila tak terjadi pada anggota lain di kemudian hari. 


Sumber ; detik.com

Tidak ada komentar