Madrasah di Karawang Siap Disuntik Vaksin Rubella

PELITAKARAWANG.COM - Meskipun sempat menimbulkan kontroversi hukum dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut ada unsur babi dalam proses produksinya, vaksin Misales Rubella (MR) yang mulai di gelar di Karawang, minim penolakan. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ghoyatul Jihad Kecamatan Telagasari.

Penyuntikan vaksin MR yang diproduksi Serum Institute of India ini, akan mulai dilaksanakan Rabu (28/8).


" Kita ikuti saja Fatwa MUI, kan mubah Ya sudah kita siap saja anak-anak Madrasah di vaksin MR Rabu nanti, " Kata Kepala Mts Ghoyatul Jihad Drs H Oyok Abdurahman.

Menurutnya, selama ini baik vaksin Difteri, campak maupun Rubela biasa dilakukan kepada anak-anak tanpa paksaan. Karena, tim medis juga memberi keringanan penundaan kepada siswa yang sakit atau halangan lainnya. Dengan kata lain, tidak ada kendala berarti selama proses penyuntikan setiap tahun di Madrasah. Begitupun MR saat ini yang akan menyasar 800 lebih siswa Mts Ghoyatul Jihad pada Rabu nanti, tidak ada alasan baginya untuk menolak program kesehatan pemerintah tersebut, apalagi MUI sudah menjamin hukum mubahnya atas vaksin tersebut, " sudah ada yang jamin, kita sih terima saja gak ada masalah ini itu," Katanya.

Oyok menambahkan, semua Madrasah siap dan tidak ada komplain dan rencana penolakan vaksin MR tersebut. Lagi pula, bagi yang menolak, ada format khususnya melalui surat pernyataan ketidaksediaan yang ditandatangani orangtua/wali murid.  Yang jelas, pihak Madrasah sebelum anak disuntik diberikan imbauan agar sehat dan isi perut lebih dahulu sarapan, agar paska di vaksin tidak ada efek samping . " Saya pikir semua madrasah juga menerima MR, gak ada masalah dan rencana komplain tuh," Katanya.
Posting Komentar