Pengembang Gelar Sosialisasi Kepada Ratusan Pedagang Pasar Cilamaya

PELITAKARAWANG.COM - Setelah menempuh kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL), kontruksi dan Mou. Perjanjian Kerjasama (PKs) revitalisasi pasar Cilamaya sudah resmi ditandatangani 20 Juni lalu. Perjanjian kerjasama yang berisi perjanjian waktu yang ditempuh dalam proses pembangunan, asuransi dan masa kontrak 20 tahun tersebut, disampaikan pengembang pemenang tender dari PT Barokah Putra Delapan di hadapan ratusan pedagang pasar Cilamaya Kamis (2/8).

Disela-sela sosialisasi tersebut, Burhanudin Kasie Kerjasama dan pembangunan pasar Disperindag Karawang, mengatakan proses menjelang pembangunan pasar ini sudah panjang perjalanannya sejak 3 tahun terakhir, seperti diketahui, karena kondisi pasar sudah tidak layak dan menjadi keprihatinan maka revitalisasi itu merupakan hal yang seharusnya dilakukan. Namun, kembali lagi , karena keterbatasan anggaran yang ada di Pemkab Karawang, maka kegiatan pembangunan pasar ini dikerjasama dengan swasta atau pengembang. 

Mou yang dibuat adalah dari hasil seleksi baik kajian, amdal dan konstruksinya, maka Disperindag mengajukan lelang, bukan dengan penunjukan langsung. Dalam proses itu, pemenang hasil tender adalah PT Barokah Putra Delapan. Seterusnya, lanjut Burhanudin,  dibuatlah Perjanjian Kerja Sama (PKs) dan sudah terbentuk dan disetujui dua belah pihak pada 20 Juni yang ditandatangani Pemkab dengan Dirut Perusahaan tersebut, maka setelah PKs ini dilangsungkan berarti otomatis pasar ini menjadi tanggungjawab PT Barokah untuk melaksanakan setiap pelaksanaannya, dimana dalam.PKs tersebut, Disperindag memberikan keleluasaan waktu 2 tahun untuk PT yang bermarkas di Bekasi ini, menjalankan kegiatan dan proses revitalisasi pasar Cilamaya. Dan kalau sampai 2 tahun pembangunan masih belum juga rampung, maka Disperindag akan mengevaluasinya, " PKs sudah disepakati dua belah pihak, tinggal selangkah lagi prosesnya, dan menjadi wewenang pengembang, dalam hal ini PT Barokah Putra Delapan," Katanya.

Kaitan poin-poin relokasi sementara sambung Burhanudin, itu menjadi tanggungjawab PT Barokah. Bahkan, pengembang sudah sepakat bahwa tidak ada biaya yang akan dibebankan pada pedagang alias semuamya gratis, tinggal nanti semuanya bermusyawarah kaitan teknis relokasi yang harus dikoordinasikan masif bersama para pedagang, Mantri pasar dan UPTD secara bertahap, bagi yang sudah siap, maka dipindahkan dan lainnya terus menyusul. " Walaupun jadi wewenang PT, kita tetap monitor pedagang, baik kebersihan dan keamanannya," Katanya.

Dirut PT Barokah Putera Delapan, H Sobari mengatakan, soal kepastian waktu pembongkaran, tentu saja pihaknya akan terus bermusyawarah bersama para pedagang,  karena saat ini, pihaknya harus membangun dulu tempat sementara atau relokasi bagi para pedagang pasar Cilamaya dan membutuhkan waktu dua bulan menyelesaikan TPS tersebut. Jika sudah selesai, maka secara bertahap pedagang akan dipindahkan sesuai zona yang di inginkannya, prosea ini ia gratiskam. Barulah sebut Sobari, setelah semua dikosongkan bangunan pasar langsung dilakukan pembongkarannya. Ia diberi waktu membangun pasar Cilamaya dua lantai ini selama dua tahun dengan pengelolaan sampai dengan 20 tahun sebagaimana yang ditandatangani dalam PKS, jadi selama 20 tahun bangunan menjadi tanggungjawabnya, kalau sesekali ada kerusakan dan lainnya. Bahkan, pedagang juga tidak usah memikirkan asuransi, karena khusus bangunan atau gedungnya asuransi ditanggung pihak perusahaan. " Kita mau bangun dulu tempat relokasi, setelah selesai maka pedagang siap relokasi ke zona-zona yang sudah disiapkan, setelah semuanya kosong baru pembongkaran kita lakukan," Katanya.
Posting Komentar