Publik Diminta Hati-hati Tawaran Pinjaman online Ilegal

PELITAKARAWANG.COM -  Asosiasi FinTech Indonesia atau Aftech bekerjasama dengan UangTeman.com, memberikan edukasi bagi masyarakat untuk memahami bisnis Peer-to-Peer Lending Cash Loan.


Direktur Aftech, Aji Satria Sulaeman menjelaskan, upaya ini dilakukan pihaknya karena saat ini berbagai model pinjaman online semakin marak diminati masyarakat.


Terlebih, layanan P2P Lending Cash Loan ini dapat mengisi kesenjangan kebutuhan pembiayaan di Indonesia, dan membuka akses bagi mereka yang 'unbanked' namun dinilai masih layak untuk mendapatkan kredit.


"Untuk itu asosiasi dan perusahaan-perusahaan fintech gencar memberikan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan P2P Lending Cash Loan tersebut," kata Aji di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Agustus 2018.


Aji menjelaskan, langkah ini merupakan respons atas industri fintech yang terus menunjukkan potensinya dalam mendukung layanan keuangan di Indonesia saat ini.


"Di mana penyaluran kredit P2P Lending saat ini mencapai hampir Rp7,42 triliun, dengan jumlah pemberi pinjaman mencapai sebanyak 123 ribu pihak dan penerima pinjaman mencapai sebanyak 1 juta pihak," kata Aji.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan Aftech, Sunu Widyatmoko mengatakan, masyarakat harus terus diberikan pemahaman akan P2P Lending Cash Loan, untuk menghindarkan mereka dari tawaran pinjaman online ilegal yang dapat merugikan.


Oleh karenanya, Sunu pun mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan fintech tak terdaftar, yang coba menawarkan P2P Lending Cash Loan. Sebab, selain praktik ilegal semacam itu akan merugikan masyarakat secara finansial, para pemberi pinjaman ilegal itu pun sangat berisiko karena tidak tunduk pada peraturan OJK.


"Maka pilihlah perusahaan fintech P2P Lending Cash Loan yang sudah terdaftar di OJK. Karena saat ini tercatat sudah ada 64 perusahaan fintech P2P Lending yang secara resmi terdaftar di OJK," kata Sunu.



Sumber:VIVA
Diberdayakan oleh Blogger.