Pupus Sudah Pintu Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi - PELITA KARAWANG
Pupus Sudah Pintu Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi

Pupus Sudah Pintu Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi

Share This
PELITAKARAWANG.COM - Partai Demokrat dikabarkan bakal merapat mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu terjadi karena belum terjadi kesepakatan antara Demokrat dengan Partai Gerindra.


Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan koalisi Jokowi sudah tutup pintu bagi Partai Demokrat di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya, semua dokumen sudah ditantandatangani oleh para ketua umum partai dan akan diserahkan ke KPU.

Airlangga Hartanto ( Ketua Umum Partai Golkar)
"Ya seluruh dokumen kan sudah diteken dan besok tinggal dibawa ke KPU. Ya tentu (tidak ada ruang bagi Demokrat)," ujar Airlangga usai konferensi pers di Resto Pelataran, Jakarta, Kamis (9/8).

Terpisah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengatakan, partai koalisi Jokowi sampai dengan siang tadi sekira pukul 14.00 WIB sebenarnya masih menunggu berg‎abungnya Partai Demokrat. Namun ditunggu-tunggu tidak mendapatkan kabar baik yakni bergabung dengan Jokowi.

"Ada komunikasi terakhir sekira pukul 14.00 WIB yang menyampaikan dari Demokrat. Yang kami terima informasinya dari pihak Pak SBY beliau tidak menyampaikan (tidak bergabung)," katanya.

Oleh sebab itu dikatakan Anggota Komisi XI DPR ini tidak mungkin lagi Partai Demokrat bisa bergabung dengan Jokowi. Karena alasannya semua ketua umum sudah mendatangani surat yang akan diserahkan ke KPU.

"Teoritik bisa, tapi secara politik sudah tidak mungkin," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo yang mengatakan sudah tidak ada ruang lagi bagi partai yang dimotori oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bergabung ke koalisi.

"Saya rasa tidak ada kesempatan lagi. Partai koalisi semua sudah tanda tangan dan sudah tertutup," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan Jokowi memilih Rais Aam Pengurusa Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan dan juga sebagai anggota dewan.

Misalnya kata dia, Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Bahkan saat ini menjabat sebagai Rais Aam PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembidaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Maruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan.

Dalam memilih Ma'ruf Amin dikatakan Jokowi sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎.



Sumber : JawaPos.com
Posting Komentar
bkd