• Breaking News

    Tegang, Marcus/Kevin ke Perempat Final Setelah Tumbangkan Ganda Jepang

    PELITAKARAWANG.COM - Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menutup laga babak 16 besar bulu tangkis perorangan Asian Games 2018 dengan raihan tiket perempat final. Melawan ganda Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, di Istora GBK pada Sabtu (25/8/2018), Marcus/Kevin tersendat di gim kedua. Setelah menang 21-16 di gim pertama, mereka malah menuai kekalahan 19-21. Namun, kemenangan itu tetap direbut karena laga gim ketiga dituntaskan dengan skor 21-18.


    Keunggulan tipis 2-1 direbut Inoue/Kaneko dengan cepat. Satu reli panjang yang digagas keduanya berhasil dimenangi menjadi penyebab mengapa mereka bisa merengkuh keunggulan tipis tadi. Namun, permainan cepat dan agresif yang menjadi ciri khas Marcus/Kevin sukses membalikkan kedudukan menjadi 4-2.

    Satu angka tambahan bagi Inoue/Kaneko digandakan menjadi 4-4 akibat lesakan pukulan Kevin membuat shuttlecock terjatuh di luar lapangan. Reli panjang terjadi saat kedudukan 5-5. Seperti biasa, dropshot Kevin menjadi warna dari permainan panjang ini.

    Menghadapi pukulan keras Kevin, Inoue/Kaneko tak menyerah. Tapi, reli panjang ini berakhir anti-klimaks bagi Inoue/Kaneko karena satu pukulan yang membuat shuttlecock terlempar ke luar lapangan membuahkan satu angka lagi bagi Minions.

    Di kedudukan 9-7, reli panjang yang sengit lagi-lagi terjadi. Marcus yang kali ini kembali bertugas mengamankan pertahanan menyisir area pertahanan dengan piawai. Sayangnya, kesalahan membaca shuttlecock lawan membuat Minions harus merelakan satu angka melayang ke tangan Inoue/Kaneko. Permainan menyengat Marcus/Kevin belum berhenti. Satu smes panjang yang menjadi ciri khas Marcus berbuah angka bagi kubu Indonesia. Setelahnya, dengan cepat, keunggulan tipis 11-10 bagi Marcus/Kevin menutup interval gim pertama.

    Unggul 12-10 tak membuat Marcus/Kevin kalis dari kesalahan. Permainan reli panjang yang menjadi ciri khas bangunan serangan di laga ini ditutup dengan pukulan Kevin yang kelewat jauh dari lapangan. Untuk sementara, Inoue/Kaneko menempel ketat 11-12.

    Smes kencang Marcus saat kedudukan 14-11 tak hanya memberikan satu poin lagi buat mereka, tapi juga kerusakan pada raket. Lantas, Kevin/Marcus melaju merebut poin demi poin hingga kedudukan 18-11.

    Tekanan bertubi-tubi dari Marcus/Kevin memancing lawan membuat kesalahan. Satu pukulan melebar saat berusaha menahan serangan Marcus membuat Inoue/Kaneko kehilangan satu angka saat kedudukan 19-13. Lantas, satu pukulan semi-akrobatis Kevin menjadi senjata makan tuan karena hanya membentur net.

    Setelah merengkuh game point dalam kedudukan 20-14, Marcus melakukan dua kesalahan berturut-turut. Shuttlecock yang dikirimkannya dua kali jatuh di luar lapangan. Yang pertama jatuh di kanan lapangan lawan. Sementara, yang kedua jatuh di sudut kiri lapangan lawan. Namun, kemenangan gim pertama tetap menjadi Marcus/Kevin. Kegagalan Inoue menyeberangkan shuttlecock ke area lawan menutup laga gim pertama dengan kemenangan 21-16 untuk Minions.

    Laga gim kedua langsung diawali dengan permainan reli panjang. Setelah Minions berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, mereka harus rela kehilangan angka karena shuttlecock membentur net. Keunggulan 4-2 milik Inoue/Kaneko bertambah menjadi 5-2 karena permainan reli ditutup dengan pukulan Kevin yang jatuh di belakang lapangan.

    Karena Inoue tampak bertugas sebagai benteng pertahanan ganda Jepang, Minions melakukan serangan bertubi yang mengincar sang pemain yang kerap mengambil posisi di kanan lapangannya. Sayangnya, kesalahan penempatan bola kembali terjadi dan memperpanjang keunggulan Inoue/Kaneko menjadi 6-3. Lantas, kesalahan demi kesalahan membuat Minions sampai tertinggal 3-9.

    Satu smes menukik Kaneko saat menerima servis Kevin tak sanggup diamankan Marcus. Akibatnya, keunggulan mereka bertambah jauh menjadi 9-4. Satu smes menukik Inoue mengubah skor menjadi 10-4. Kejutan keduanya belum berhenti. Smes panjang yang menyasar area belakang bekerja dengan piawai karena Kevin gagal mengamankannya. Interval gim kedua ditutup dengan skor 11-4 untuk keunggulan Inoue/Kaneko. Selepas interval, giliran Inoue yang bertugas sebagai tumpuan serangan. Satu per satu smes panjang diarahkan Marcus kepada Kaneko. Sayangnya, pertahanan Kaneko pun kokoh. Begitu mendapat momentum, Inoue mengambil posisi di area kanan lapangannya dan kembali melesakkan dropshot yang mengubah kedudukan menjadi 13-5.

    Tertinggal, Marcus/Kevin mulai membangun kembali serangannya, empat poin direbut, berbanding dengan dua poin tambahan untuk Inoue/Kaneko. Minions mengejar ketertinggalan menjadi 9-15.

    Marcus/Kevin mengubah strategi. Bangunan serangan dimulai dari belakang dengan menempatkan Kevin di area belakang. Strategi ini berhasil. Keduanya berhasil mengubah kedudukan menjadi 10-16. Setelahnya, Marcus/Kevin mulai mengambil kendali. Dua poin lagi diubah dan berhasil mempersempit jarak menjadi 13-17.

    Namun, efektivitas serangan Inoue/Kaneko belum berhenti. Melawan Marcus/Kevin yang mengambil posisi berbaris, keduanya memilih membangun serangan dengan posisi sejajar, sehinngga arah serangan bisa menyebar dan menyulitkan Marcus/Kevin. Cara ini bekerja, match point 20-15 berhasil didapatkan oleh Inoue/Kaneko.

    Walau lawan dalam situasi game point, Marcus/Kevin tetap berhasil merebut dua angka. Satu di antaranya yang mengubah kedudukan menjadi 17-20 direbut karena Kaneko melakukan kesalahan saat menahan serangan Marcus/Kevin.

    Poin yang mengubah kedudukan menjadi 18-20 dan 19-20 didapat karena dua kali, shuttlecock yang dilepaskan Inoue/Kaneko membentur net. Sayangnya, kemenangan gim kedua dengan skor 21-19 tetap menjadi milik Inoue/Kaneko karena pukulan Marcus dari area belakang hanya membentur net.

    Reli panjang di awal-awal gim kedua berhasil dimenangi oleh Inoue/Kaneko dan mengubah skor menjadi 3-1 dan berlanjut ke 4-1. Beruntung, pukulan tanggung yang membuat shuttlecock membentur net memperkecil ketertinggalan Minions menjadi 2-4. Setelah menambah satu poin lagi, ketidaksiapan Marcus menerima smes keras Kaneko dari area belakang mengubah kedudukan menjadi 5-3 untuk keunggulan ganda Jepang.

    Lagi-lagi Marcus/Kevin gagal memenangi reli panjang. Kali ini terjadi saat mereka tertinggal 4-5. Padahal, Inoue sempat meninggalkan lapangan untuk beberapa saat demi mengganti raket. Walau sendirian, pertahanan Kaneko benar-benar kokoh. Akibatnya, mereka tertinggal 4-6. Ketertinggalan semakin jauh saat kedudukan mencapai 4-9.

    Dengan meyakinkan, satu smes Kaneko yang diarahkan ke tengah lapangan membuat kedudukan berubah menjadi 10-4. Kejelian ganda Jepang ini memang patut diacungi jempol karena berhasil memanfaatkan celah yang muncul di antara Marcus dan Kevin yang memang memilih untuk mengambil posisi sejajar di area belakang.

    Dua reli panjang setelahnya berbuah angka ganda bagi Minions walau Inoeu/Kaneko-lah yang lebih ofensif. Sempat menambah satu angka karena kesalahan lawan, Marcus/Kevin tetap harus mengakui keunggulan 11-7 milik Inoeu/Kaneko di ujung interval gim ketiga.

    Walau tak seofensif biasanya, pertahanan Marcus/Kevin yang alot juga berhasil memancing lawan melakukan kesalahan, seperti saat mereka mengamankan angka yang mengubah kedudukan menjadi 10-12. Satu reli panjang yang didominasi oleh bola lob Kevin diakhiri dengan angka tambahan bagi Marcus/Kevin karena pukulan Kaneko jatuh di belakang lapangan.

    Pelan tapi pasti, Marcus/Kevin berhasil menyamakan kedudukan 14-14. Entah segugup apa para penonton yang mendukung mereka secara langsung di Istora. Yang jelas, bila keberuntungan memang datang dalam banyak bentuk, maka bagi Minions, keberuntungan itu datang dalam rupa dukungan yang mengalir semakin deras dalam keadaan genting.

    Yang mengesankan, dalam keadaan tertinggal 15-16, satu reli panjang tetap ditutup oleh Kevin dengan satu dropshot yang dilakoni sambil melompat dan ditutup dengan memutar badan. Dua angka tambahan yang mengubah kedudukan menjadi 18-16 berhasil direbut Minions berkat dua smes mematikan dari Kevin.

    Satu reli yang panjang, lebih dari 30 pukulan, menjadi horor yang kelewat mengerikan bagi para penonton. Namun, beruntung, Kevin tampil sebagai sosok yang berhasil menuntaskan horor itu dengan dropshot andalan. Match point direngkuh, lagi-lagi karena smes Kevin.

    Hanya, ganda Jepang belum menyerah. Dua poin berhasil mereka rebut dan mengubah kedudukan menjadi 18-20. Kemenangan yang begitu mahal itu pada akhirnya direbut. Smes menyilang Kevin yang menyasar sudut kanan lapangan lawan berbuah kemenangan 21-18 di gim ketiga.




    Sumber : kumparan
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad