Wow Ada Pasir Berbisik di Cilamaya Kulon Karawang

PELITAKARAWANG.COM -  Tak kurang dari 50 hektar bibir pantai di Dusun Pasirputih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, ditanami mangrove hampir 100.000 batang selama tiga tahun terakhir.
Kemitraan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Karawang 
bersama Pertamina PHE ONWJ, semakin mempercantik wajah tanaman mangrove di Pasirputih lewat program Pemgelolaan Pesisir Berbasis Industri Kreatif (Pasir Berbisik). Bahkan, lokasi penanaman mangrove yang tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ini, menjadi Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) yang di canangkan Dinas setempat.(15/8/2018).

Sahari, Anggota Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP) Pasirputih mengatakan, penanaman mangrove terus berlangsung setiap tahunnya. Bukan saja sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, tetapi juga tanggungjawab bersama penyelamatan alam pesisir oleh masyarakatnya. Karenanya, Dinas Kelautan dan Perikanan, diapresiasinya sudah ikut membangun sarana infrastruktur secara bertahap pada lokasi yang dikemudian hari bisa menjadi lokasi Eko Wisata ini. Mulai dari pembngunan gapura mangrove, gazebo atau 2 unit saung untuk Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) dan lainnya. Tidak itu saja, sebut Sahari, mangrove dengan varietas api-api Cenia black dan Lezipora ini terus ditanam sampai saat ini lewat kemitraan bersama PT Pertanian PHE ONWJ yang semakin memudahkan akses perluasan tanaman pencegah rob dan abrasi ini, antara lain dengan membangun trek jembatan kayu 50 meter,  penahan sampah dan gelombang hingga pelatihan dan ekosistemnya yang turut melengkapi kecantikan mangrove di Pasirputih. " kita bangga, kini Pasirputih jadi Pusat Restorasi dan Pelatihan Mangrove (PRPM), dinas dan perusahaan BUMN ambil bagian untuk ikut berkontribusi pada penyelamatan Al ini, " Katanya.

CSR Officer Pertamina PHE ONWJ, Amal Fatullah Randy mengatakan, Persoalan lingkungan adalah tanggungjawab bersama sampai anak cucu. Dirinya merasa bangga atas kemitraan bersama masyarakat pesisir Pasirputih, KKPMP, Dinas dan Pokmaswas. Dalam hal ini sebut Amal, pihaknya ikut serta dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir, tinggal komitmennya saja, karena kunci kesuksesan atas perawatan lingkungan dan tanaman mangrove ini adalah pada komitmen masyarakatnya yang bisa kompak menjaga alam, tentu saja dengan melihat kekompakan semua pihak dalam penanaman mangrove ini, dirinya semakin yakin, bahwa mangrove di Pasirputih bisa terawat, terjaga dan semakin cantik. Ingat, sambung Amal berpesan, bahwa dengan kita menjaga alam, pasti alam juga menjaga kita. " Kesuksesan kuncinya dari komitmen masyarakat, kita sebatas berikan pemberdayaannya yang semoga semakin kompak konsen menjaga alam dan lingkungannya," Katanya.

Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang, Durahim mengatakan, ia hanya pesankan agar program Pasir Berbisik ini dijaga setelah penanaman mamgrovenya, karena menjaga tanamannya ini merupakan tanggung jawab bersama. Jangan segan untuk menegur perusak mangrove, sebab saat ini sudah terjamin legalitas soal peisisir berdasarkan SK Bupati, UU Nomor 1 tahun 2016 dan Peraturan Presiden (Perpres) , dimana poinnya adalah tidak boleh ada lagi pesisir atau tanah timbul yang di SKD kan, atau dimiliki oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Banyak contoh musibah laut terjadi, karena minimnya perawatan dan ketiadaan mangrove. Sebab, dengan adanya tanaman mangrove ini, setidaknya bisa mengendalikan ancaman rob dan abrasi lebih parah ke daratan. " Kita berharap kemitraan dan kerjasama antara masyarakat pesisir, dinas dan BUMN ini terus berkelanjutan, karena dengan penyelamatan alam ini, adalah bagian dari edukasi yang harus diwariskan buat anak cucu kita," Pungkasnya.

Tidak ada komentar