Akibat Kadesnya Ditahan,Kesos Ciwet Diajukan Jadi Pjs Kades Tegalsari

PELITAKARAWAMG.COM-.Pemerintah Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan yang akan menghelat Pilkades 11 November nanti, nampaknya tidak perlu risau lagi soal segudang bantuan yang tidak satupun cair kesesatan tersebut paksa ditahannya Kades definitif Nana Suryana dua bulan terakhir. Pasalnya, demi penyelamatan bantuan seperti Dana Desa, ADD, Dana Bagi Hasil (DBH) yang tidak satupun cair di desa ini, paska vonis Kades Nana, Camat Cilamaya Wetan sudah layangkan ajuan Penjabat Sementara (Pjs) Kades kepada Bupati dari unsur PNS.(2/9/2018).


"Kita sudah ajukan satu nama, yaitu Kasie Kesos Kecamatan Amir S.pd untuk menduduki jabatan Pjs di Tegalsari, SK Bupati sampai saati ini masih dalam proses, " Kata Camat Cilamaya Wetan, Drs H Hamdani.


Sementara itu, Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan, Amir mengakui bahwa dari sejumlah nama yang disodorkan dan direkomendasikan, namanya yang ternyata diajukan Camat untuk menduduki jabatan Pjs sementara di Desa Tegalsari. 


Memang, di kecamatan lainpun yang dipilih untuk jabatan Pjs itu biasanya adalah Kasie Pelayanan atau Kasie Kesos, namun karena kasie Pelayanan sibuk pelayanan setiap hari dan tidak memungkinkan, sehingga pertimbangan Camat memilih dirinya, seperti yang terjadi di Kecamatan Telagasari, dimana Kasie Kesosnya juga menjabat Pjs Kades Talagasari.


Baginya , jabatan Pjs di Tegalsari ini bukan kemauannya, apalagi memang melihat kondisi pemerintahan desa yang sedang bergejolak karena mau Pilkades dan segudang bantuan yang belum turun. Tapi, karena ini amanah dan kepercayaan, kapanpun ditugaskan Bupati, dirinya siap-siap saja. " Iya konon nama  saya yang diajukan, gak tahu sih kapan SK itu turun," Katanya.


Amir menambahkan, jabatan Pjs yang di emban di Tegalsari nanti hanya berlangsung sekitar 3 bulanan saja, karena terhitung Desember sudah ada kades baru yang definitif hasil Pilkades. Jika saatnya nanti dilantik, dirinya akan merapihkan saja administrasi dan dokumen yang selama ini menjadi kendala sejumlah bantuan infrastruktur terbengkalai. Itupun selama BPD kondusif dan pemerintahan desa juga siap bekerjasama untuk rampungkan segala sesuatu yang menjadi hambatan selama ini. Tapi tandas Amir, dirinya enggan mengambil resiko, sebab ia hanya ingin tuntaskan kerapihan administrasi saja, soal nanti pencairan -pencairan dana, ia berharap bisa dilakukan Kades baru. " Kita hanya ingin meredam kerapihan dan penyelamatan sejumlah administrasi saja, silahkan nanti pencairan seperti DD, ADD dan DBH misalnya, oleh Kades baru terpilih saja," Katanya.

Posting Komentar