Awas Sedang Mewabah Penyakit Cacar di Cilamaya Karawang

PELITAKARAWANG.COM-.Musim kemarau yang panjang, jika tanpa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rentan terjangkit wabah penyakit. Salah satunya cacar yang baru-baru ini dikabarkan sudah belasan anak di Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan, mengidapnya.

Penyakit kulit yang disebabkan virus Variesella tersebut, rentan menular dimusim panas angin seperti saat ini, baik melalui pernafasan, maupun media alat lainnya.(19/09/2018).

Bidan Desa Muara,Nani mengatakan,ada sekitar 20 bocah muara dan warga dewasa terkena cacar yang lebih banyak diakibatkan oleh virus.Siapapun,diakuinya,berpeluang terkena cacar kalau saya tahan tubuh turun, bahkan penyakit ini gampang menular lazimnya Filek dan flu, karena kalau satu saja kena pasti yang lainya juga akan kena. Oleh karena itu, selain diberikan obat, anak-anak dianjurkan untuk berdiam diri di rumah terlebih dahulu, dan tidak masuk sekolah. Karena ,khawatir menyebar ke yang lainnya."Iya ada sekitar 20 orang, untuk anak-anak kita anjurkan untuk beristirahat dulu di rumah sampai sembuh,"Katanya.

Nani menambahkan, agar terhindar dari wabah penyakit cacar ini, masyarakat diharapkan terapkan PHBS dan Menjaga daya tahan tubuh masing-masing, karena kondisi cuaca juga masih kurang baik."Yang periksa kerumah cuma 4,selebihnya ke Puskesmas," Katanya.

Kades Muara, Iyos Rosita mengatakan, cacar sedang menyerang bocah warga desanya, namun hal itu masih bisa diantisipasi, karena bukan masuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Pihaknya, sudah menerima laporan dari Bidan Desa kaitan ini, diharapkan, wabah cacar ini bisa segera sembuh dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan PHBS,"iya,ada sekitar 20 orang, semoga bisa cepat terantisipasi," katanya.

Summari, SKm Kasubag UPTD Puskesmas Cilamaya membenarkan,di Desa Muara sedang banyak anak-anak terkena cacar di bagian kaki, tubuh bahkan wajahnya. Penyakit yang disebabkan virus Variesella tersebut,diakuinya gampang menular, utamanya seperti di musim panas angin seperti ini, selain melalui pernafasan, juga melalui media alat lainnya seperti alat makan dan minum, pakaian, bersentuhan langsung maupun lainnya."Iya itu akibat virus, lagi pula cuacanya juga mendukung banget jadi pemicu cacar terjadi," Katanya.

Sumari menambahkan, cacar bukan berarti tidak bisa diobati, karena pihak puskesmas bersama petugas P2M dan petugas surveylans memberikan obat yang stoknya tersedia, seperti Amoxicilin, Paracetamol dan Acyclovir,sehingga cacar tersebut sekurang-kurangnya bisa sembuh dalam jangka waktu semingguan.Pihaknya juga sarankan, selama tumbuh bintikan cacar,diharapkan agar anak tidak boleh mandi,disisil bedak sampai kering dan lainnya, khawatir menyebar ke bagian tubuh yang lain atau bahkan ke orang lain.Sebab, cacar ini bukan saja di dera anak-anak saja, tetapi juga bisa ke anak-anak usia dewasa."Selama tumbuh bintikan, di usahakan jangan mandi, jangan dibedakan dulu deh, insya Allah dengan obat yang kita berikan, seminggu juga sembuh," Katanya.

Dokter Puskesmas Tempuran, dr Wahyudin mengatakan,di Tempuran, kasus cacar masih jarang kasusunya, namun memang,faktor utama penularannya penyakit ini adalah dengan virusnya yang bisa menular walau kontak langsung dengan penderita. Soal cuaca,sebut Wahyu,ia rasa tidak terlalu berpengaruh besar atas timbulnya cacar, karena lebih dominan akibat daya tahan tubuh yang kurang diperhatikan, hingga PHBS yang kurang baik." Gak ngaruh banyak cuaca mah, yang penting itu adalah daya tahan tubuh sndiri dan kebrsihan juga dijaga,"Katanya.
Posting Komentar