Bila Hutan Gunung Bubut Tegalwaru Terbakar Biasanya Karawang Bakal Diguyur Hujan

PELITAKARAWANG.COM-.Dimalam Senin,tanggal 16 September 2018,terkabarkan Hutan Gunung Bubut yang berada di Desa Warga Setra,Kecamatan Tegalwaru,Kabupaten Karawang,kebakaran.(17/09/2018).

Beruntung peristiwa yang membuat kaget sejumlah pihak tersebut cepat teratasi karena warga desa setempat dengan sigap juga cepat padamkan api yang membakar ilalang dalam hutan penuh mitos tersebut.

Menurut cerita yang berkembang di Kecamatan Tegalwaru,bila ada kebakaran di sekitar hutan Bubut adalah satu pertanda alam yang baik.Bila hutan bubut terjadi kebakaran akan ada peristuwa hujan tanpa diduga sebelumnya atau diramalkan,ya hujan itu bisa sekitar Tegalwaru - Pangkalan atau bisa pula Se Karawang,sebut narasumber di lokasi kebakaran hutan Bubut,Minggu malam,(16/9/2018).

Peristiwa kebakaran di hutan Bubut hampir terjadinya setiap tahun dan waktunya percis pada musim kemarau,yang selanjutnya bakal diikuti hujan berkepanjangan diwilayah Tegalwaru atau Se Karawang,untuk peristiwa hujan bisa besok harinya atau tidak lama dari kejadian kebakaran hutan,jelas pria berusia 56 tahun,dan enggan disebutkan namanya.

Percaya atau tidak akan cerita yang saya sampaikan ya mangga bila pun tak menjadi soal,ulas dia.

Kemudian katanya,peristiwa kebakaran di hutan Bubut bakal dikuti oleh kejadian hujan angin,peristiwa itu sudah menjadi mitos didaerah ini,antara percaya atau tidak mangga tapi tak sedikit warga setempat mempercayainya,tandas sang Kakek beruban itu.

Ditempat yang sama tapi narasumber berbeda turut katakan,untuk mitos kebakaran hutan Bubut lalu di ikut peristiwa hujan sudah dipercayai warga setempat.

Namun ia meminta mitos tersebut jangan terlalu dipercayai apalagi diyakini karena sangat berdosa.

"Mitos boleh ada tetapi untuk keyakinan akan kekuasan Sang Kholik adalah fardu ain,"pinta perempuan tua berkebaya.
Itu hanya sebuah cerita biasa saja tapi memang peristiwa tersebut pada satu waktu yang lalu ada benarnya.Namun jangan terlalu diyakini karena sama saja menduakan tuhan sang pencipta alam semesta,jelasnya pula.

Mudah-mudahan saja peristiwa tadi malam adalah pertanda alam yang baik bagi warga Tegalwaru dan sekitarnya,harapnya.

Lagi saya mohon jangan mempercayai mitos yang berkembang karena akibat bisa merusak aqidah,pungkas sang nenek tua,seraya namanya disembuyikan.
Posting Komentar