Diduga Situs Sejarah Ditemukan di Lokasi Bakal Gardu Sutet Cilamaya

PELITAKARAWANG.COM -  Masyarakat Pangkalan Pertamina Gas, tepatnya disekitar area bakal gardu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilamaya, digegerkan dengan munculnya bebatuan sejenis kapur yang diduga peninggalan situs bersejarah.

Memastikan kebenaran benda berukuran lebih dari 10 meter tersebut bagian dari cagar budaya atau bukan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang, langsung check lokasi yang sedang start pengerjaan proyek maha besar PLTGU Cilamaya tersebut, sekaligus mengambil beberapa sampel untuk diteliti seperti bata, serat fosil kayu, permukaan tanah dan karang-karang yang diduga jadi media perekat lazimnya semen.

Ketua Paguyuban Ikatan Masyarakat Cilamaya (Ismaya) Adi Haryanto mengatakan, alat berat sedang beroperasi dalam pengerjaan start gardu Sutet Cilamaya. Hari Selasa kemarin, para pekerja, membentur ke sebuah galian yang cukup keras, dan ternyata bebatuan yang saat digali lebih dalam berukuran tidak lazim seperti sebuah candi. 

Khawatir benda tersebut merupakan peninggalan bersejarah, pengerukan tanah dihentikan sementara. Hingga akhirnya, Tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata turun tangan check lokasi tersebut. 

Karena, melihat material yang ada sebutnya, seperti peninggalan lama, seperti bata yang berukuran besar panjang, kemudian kayu seratnya yang tidak lazim, hingga banyak karang-karang laut yang diduga itu merupakan media perekat bangunan orang zaman dulu sebelum semen ada. 

Karenanya, ia mendampingi Disparbud, mengambil beberapa sampel untuk dibawa ke Bandung, seperti Kayu fosil serat, bata dan juga karang termasuk permukaan tanahnya. " Ya hasil galian kemarin, ternyata ada bebatuan begini, khawatir cagar budaya, ya ini diteliti dulu lebih dalam," Katanya.

Pria yang akrab disapa Akew ini, mengatakan, baik dinas maupun dirinya belum bisa banyak menyimpulkan, tapi melihat material yang ada, dugaan benda tersebut adalah benteng zaman kolonial Belanda karena menurut Babad Karawang, sempat disebut benteng Belanda ini dari Cilamaya sampai Muara yang selama ini belum ditemukan, ada juga yang berspekulasi bahwa benda itu adalah adalah bendungan zaman kolonial, tapi kalau bendungan, dimana sumber sungainya juga belum jelas. Yang pasti sambungnya, ini harus dikaji lebih dalam dulu, menunggu hasil dari penelitian di Bandung berdasarkan sampel dan arkeolog yang ilmiah." Spekulasi ada yang bilang ini benteng peninggalan kolonial, ada juga yang bilang ini bendungan, tapi tunggu saja hasil nanti," Katanya.
Posting Komentar