DPRD Karawang Siap Pasang Badan Guna Bela Pedagang Pasar Cilamaya


PELITAKARAWANG.COM-. Jelang revitalisasi sedikitnya 4 Anggota DPRD Komisi B kunjungi komplek pasar Cilamaya. Dipimpin langsung Ketuanya, H Danu Hamidi, puluhan pedagang pasar Cilamaya curhat permasalahan yang terjadi di Pasar jelang relokasi dan pembangunan permanen oleh pengembang pemenang Tender dari PT Barokah Putra Delapan.(6/9/2018).


Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Taufan Wibowo mengatakan, digelarnya audiensi ini adalah wahana untuk menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Komisi B kaitan persoalan di pasar Cilamaya. Dirinya hanya ingin difasilitasi Dewan kaitan harapan para pedagang untuk disampaikan kepada Pemkab dan pengembang. Baik persoalan relokasi yang tempatnya masih dianggap kurang luas, denah gambar pembangunan pasar  dan aspirasi lainnya. Pedagang secara umum sebut Taufan, sudah sepakat dan setuju atas rencana pembangunan pasar Cilamaya dan tidak ada niatan apapun untuk menghalanginya, karena tender sudah dilakukan hingga Perjanjian Kerjasama (PKS) bersama Disperindag juga sudah terbit. Tetapi, ia berharap, Pemkab dan Pengembang, bisa komunikatif dalam menanggulangi keinginan dan harapan para pedagang pasar Cilamaya." Kita konsultasi saja di pasar, kaitan rencana revitalisasi ini, Alhamdulillah setidaknya kita sudah sampaikan unek-unek ke DPRD yang membidanginya," Katanya.


Menyikapi curhatan itu, Ketua Komisi B DPRD Karawang, H Danu Hamidi mengatakan, pasar itu ada tiga, yaitu tradisional, modern dan pusat perbrlanjaan, semuanya digarap Komisi B, bahkan pihaknya langsung yang menginisiasi Perda tentang pasar, termasuk PKL. Sebenarnya, Dewan sudah ajukan kepada Pemda anggaran Rp 200 Milyar untuk revitalisasi pasar yang ada di Karawang, seperti Pasar Jatiwangi, Tegalwaru, Wadas, Jatisari dan juga Cilamaya.Namun, karena mata anggaran itu banyak prioritas setiap tahunnya seperti jalan dan infrastruktur lain, sehingga Pemkab tidak ada kesanggupan membiayai revitalisasi pasar secara penuh, sehingga legal dan Syah jika revitalisasi ini Pemda kerjasamakan dengan pihak Swasta. Kebetulan, sebut Danu, yang memang Tender untuk pasar Cilamaya ini adalah PT Barokah Putra Delapan, bahkan PKS nya juga konon sudah keluar. Oleh sebab itu sebut Danu, karena kebijakannya demikian , Dewan tidak bisa menolaknya saat Pemda ingin kerjasama dengan Swasta, karena yang terpenting sebut Danu, pengembang dan Pemkab harus berjalan sesuai regulasi dan membangun keberpihakan pada keinginan para pedagang. " Kita ajukan Rp 200 Milyar untuk bangun pasar se Karawang, tapi karena banyak prioritas lain, sehingga Pemkab memilih dikerjasamakan dengan Swasta, ya kita gak bisa menolak,"Katanya.


Danu menambahkan,Komisi B  berharap,pedagang dan pemerintah bisa sejalan,karena dewan sedari awal sudah mendorong pembangunan pasar, jadi jangan ada anggapan bahwa Komisi B tidak memperjuangkan pembangunan pasar, namun karena belum ada keseriusan dari Pemkab, sehingga pembangunannya di BOT kan, kalau semuanya sama Pemkab secara bertahap diakui Danu, seharusnya sudah tuntas dalam satu kali periode.Tinggal yang terpenting saat ini sambung Dewan Partai Gerindra ini, pihak pengembang harus sering-sering komunikasi dan ajak duduk bersama pedagang, baik soal harga, relokasi dan lainnya.Disisi lain juga,para pedagang ia imbau untuk bersabar dan menahan diri, agar jangan melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan para pedagang.Yakinlah, jamin Danu, DPRD siap pasang badan, berada di pihak pedagang untuk menjembatani harapan dan keinginannya."Mohon sabar, tahan diri, jangan melakukan tindakan yang bisa merugikan para pedagang, kita jamim bahwa DPRD siap pasang badan berada di pihak para pedagang," Tutupnya.

Tidak ada komentar