Empat Sekolah di Karawamg Bikin Satgas Pelajar

PELITAKARAWANG.COM,-  Antisipasi siswa membolos dan nongkrong pada jam-jam belajar,  Satu SMA dan tiga SMK di Kecamatan Tempuran bentuk Satuan Tugas (Satgas) Pelajar Selasa 25/9/2018.

Ke empat SMK yang berkoordinasi lintas pengurus OSIS tersebut antara lain dari SMAN 1 Tempuran, SMK Taruna Karya Mandiri (TKM), SMK Inotek dan SMK Pasundan Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon.(26/9/2018).

Wakasek SMAN 1 Tempuran Endra Wahyudi mengatakan, pihak sekolah bersama pengurus OSIS bentuk satgas pelajar dan koordinasi pengurus osis antar 4 sekolah yang tempatnya di SMAN 1 Tempuran. Tujuan utama dibentuknya satgas ini adalah untuk mengantisipasi siswa yang bolos, tawuran dan hal - hal lain yang negatif, utamanya saat jam-jam belajar mengajar. Kegiatan penyatuan SMK dan SMA di satu wilayah ini diprakarsai lamgsung oleh Kepala SMK TKM, mengingat kompetisi pendidikan ikut menyeret pola pikir oknum siswa saling bersinggungan antara satu dengan yang lainnya. " Menghindari tawuran, gesekan dan bolos di jam-jam belajar, ke empat SMK ini sepakat bentuk Satgas Pelajar, " Katanya.

Lebih jauh Endra menambahkan, tugas satgas pelajar yang terdiri dari pengurus OSIS lintas SMA/SMK ini, adalah melakukan monitoring diwaktu - waktu tertentu,  terutama di saat banyak siswa yang bergerombol.Kemudian juga sebutnya, para siswa ini bertugas menjadi informan sekolah dalam memberikan informasi pergerakan siswa apabila terindikasi akan melakukan tawuran, lalu selebihnya para ketua Osisnya ini membuat program kerja kedepannya untuk meningkatkan tali silaturahmi antar siswa dengan melakukan pertandingan persahabatan di cabang olahraga dan kegiatan lainnya seperti seni. " Mereka bertugas sebagai informan dan memonitor kegiatan siswa di jam-jam belajar," Katanya.

Kepala SMK TKM Tempuran, Mulyana mengakui bahwa pembentukan satgas ini merupakan inisiatif darinya, sebab ia tidak mau mendengar lagi siswa yang belajar bertetanggaan ini melakukan tindakan yang mencoreng nama baik almamaternya, baik tawuran, bolos dan penyalahgunaan obat-obatan. Dengan sistem dan regulasi, semuanya bisa diatur, karenanya OSIS sebagai pimpinan organisasi di sekolah, bertanggungjawab mengamankan stabilitas siswa di sekolah masing-masing untuk menghindari kegiatan-kegiatan negatif. " Betul saya yang memprakarsai, ini bagus untuk kebaikan para siswa yang sekolahnya bertetanggaan ini," Katanya.
Posting Komentar